Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Sebagai seorang dosen, Annette Plaut mampu berbicara dengan keras dan lantang. Hal itu dibutuhkan saat memberikan kuliah agar mahasiswa mudah mendengarkannya. Namun, suaranya yang keras justru jadi alasan kampus memecatnya.
Baca juga : Dibuang Arsenal, Kolasinac Berlabuh Ke Marseille
Plaut telah bekerja di University of Exeter selama lebih dari 29 tahun. Ia memiliki kemampuan yang baik.
Baca juga : KSP: Perumusan UU IKN Sudah Melalui Proses Diskusi Matang
Tak terima dengan keputusan itu, Plaut mengajukan tuntutan pada kampus. Dia beralasan, kampusnya tidak adil. Kata Plaut, dia memiliki suara keras alami karena latar belakang Yahudi-Eropanya.
Baca juga : Yaqut Diceramahin Tifatul
Menanggapi tuduhan itu, pihak universitas mengatakan, Plaut dipecat terkait caranya menangani dua mahasiswa PhD. Kendati demikian, pembelaan kampus itu tak diterima pengadilan ketenagakerjaan setempat. Kampus diwajibkan membayar denda sebesar 100 ribu poundsterling (sekitar Rp 1,9 miliar). [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya