Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cabut Pembatasan Virus Corona Dan Wajib Masker
Inggris: Bye-bye Prokes...
Jumat, 28 Januari 2022 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Inggris akhirnya mulai hidup berdampingan dengan Coronavirus Disease (Covid-19). Negeri Ratu Elizabeth itu telah mencabut pembatasan virus Corona dan wajib masker sejak Kamis (27/1).
Kebijakan ini bertepatan dengan peluncuran vaksinasi booster-nya berhasil mengurangi penyakit serius dan rawat inap pasien Covid. Dengan langkah ini, dilansir media online DW kemarin, siapa saja yang berada di Inggris, tidak lagi terikat persyaratan hukum izin Covid untuk masuk ke area publik.
Baca juga : Gibran Lihai Nyenengin Bos
Saran bekerja di rumah (work from home/wfh) juga dihapus Pemerintah. Termasuk panduan mengenakan masker di ruang kelas.
Saat ini, hampir 84 persen warga berusia di atas 12 tahun di Inggris telah menerima dosis vaksin kedua. Dari persentase tersebut, 81 persen yang memenuhi syarat juga sudah menerima suntikan booster.
Baca juga : Terdakwa Mafia Perkara KPK Bolak-Balik Ke Toilet
Pemerintah Inggris berhasil sampai pada tahapan ini karena sudah melakukan persiapan. Termasuk pada awal Desember 2021, telah melakukan langkah-langkah yang disebut “Rencana B”. Yakni menghentikan penyebaran cepat virus Covid-19 varian Omicron dan meningkatkan jumlah penduduk penerima suntikan vaksin booster.
Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid mengatakan, peluncuran vaksin Pemerintah, termasuk pengujian dan pengembangan perawatan antivirus digabungkan, untuk membuat pertahanan Eropa menjadi kuat, demi kemungkinan menuju ke keadaan normal.
Baca juga : Dirut Pertamina: Ibu, Contoh Dan Inspirasi Kerja Keras Saya
“Saat kita belajar hidup dengan Covid, kita perlu tahu virus ini tidak akan hilang,” katanya.
Sementara infeksi terus turun, pejabat kesehatan mengatakan, kasus Omicron masih dominan di seluruh Inggris. Terutama di kalangan anak-anak dan orang tua.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya