Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cabut Pembatasan Virus Corona Dan Wajib Masker
Inggris: Bye-bye Prokes...
Jumat, 28 Januari 2022 07:20 WIB
Sebelumnya
Saat ini, jumlah orang yang berada di perawatan intensif atau ke rumah sakit, menunjukkan tren kasus harian menurun, menjadi di bawah 100.000 selama beberapa hari terakhir. Puncaknya sempat mencapai 200.00 kasus pada Tahun Baru.
Perdana Menteri (PM) Boris Johnson menjelaskan, ia akan mengeluarkan panduan atau saran baru bagi mereka yang tertular untuk berhati-hati. Padahal, sebelumnya orang yang tertular harus mengisolasi diri selama lima hari penuh.
Baca juga : Gibran Lihai Nyenengin Bos
Pejabat Kesehatan mengatakan, Inggris sudah merencanakan strategi pasca pandemi jangka panjang yang memperlakukan Covid-19 seperti flu.
Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara yang membuat aturan kesehatan masyarakatnya sendiri, juga telah melonggarkan pembatasan.
Baca juga : Terdakwa Mafia Perkara KPK Bolak-Balik Ke Toilet
Sementara di Austria, lockdown untuk mereka yang tidak divaksinasi akan dicabut meskipun angka infeksi melonjak. Kanselir Austria Karl Nehammer, Rabu (26/1), mengumumkan lockdown khusus untuk orang yang tidak divaksinasi akan berakhir pekan depan.
Nehammer mengatakan, orang tanpa vaksinasi terhadap virus Corona boleh keluar rumah mulai Senin (30/1) depan, tanpa alasan. Namun, mereka masih akan dilarang dari sebagian besar kehidupan publik. Termasuk restoran dan ritel non-esensial.
Baca juga : Dirut Pertamina: Ibu, Contoh Dan Inspirasi Kerja Keras Saya
Meskipun jumlah penularan baru mencapai rekor tertinggi, situasi di rumah sakit Austria dinyatakan stabil. [DAY/PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya