Dark/Light Mode

Buka Tempat Dugem Halal, Saudi Ganti Kulit

Sabtu, 15 Juni 2019 08:20 WIB
Ilustrasi tempat dugem. (Foto: Indoclubing)
Ilustrasi tempat dugem. (Foto: Indoclubing)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada kabar mengejutkan dari Arab Saudi. Negara Petro dolar ini mau buka tempat dugem di Jeddah. Saudi lagi ganti kulit nih?.

Tempat dugem yang akan dibuka di tepi pantai Jeddah itu merupakan cabang dari White. Jeddah, merupakan cabang ketiga White setelah dubai dan Beirut.

Mengutip Arabian Business, tempat dugem White di Jeddah tidak akan menyediakan alkohol. Ini sesuai hukum yang berlaku di Saudi. Di kerajaan itu, mengonsumsi atau menjual minuman beralkohol adalah ilegal dan pelanggarnya dijatuhi hukuman berat seperti vonis penjara atau deportasi.

Sekalipun begitu, CEO perusahaan milik Addmind Hospitality Group Tony Habre menyatakan, White akan lebih mewah dengan dekorasi yang juga mewah ketimbang di Dubai dan Beirut. “Konsep yang sangat menarik untuk pasar Jeddah, yang sedang tumbuh, dan mereka juga memiliki konsep hebat yang dibuka di sana,“ klaimnya.

Baca juga : MMKSI Buka Empat Kelas Mitsubishi Di BBPLK Bandung

Tempat dugem ini membebaskan pengunjung tampil dengan pakaian kasual, meski mempertahankan batas usia 18+. Pengelola melarang seseorang berusia di bawah 18 tahun masuk ke klub. “Pasar Saudi akan luar biasa, karena warga lokal banyak yang suka nongkrong. Ada banyak orang yang suka nongkrong di negara ini,” tuturnya.

Dalam kampanyenya soal tempat dugem halal, White menyertai tagar #jeddahDisco. Tagar itu seketika menjadi keributan besar di kalangan netizen Saudi. Kelompok yang menolak keras pendirian tempat dugem halal itu pun ramai menyerbu cuitan White karena tidak terima adanya perbuatan maksiat di Jeddah.

Kelompok ini menganggap ide membuka tempat dugem itu hanya akal-akalan semata meski pihak pengelola menyatakan tak akan menyediakan minuman keras. Mereka menyebut pembukaan tempat dugem itu melanggar identitas keislaman Saudi, adat istiadat, dan hukum di negara itu.

“Lebih dari 80 persen orang Saudi tidak menginginkan hiburan ini. kami adalah orang yang konservatif, dan cita-cita kesederhanaan tertanam dalam diri kami, tetapi mereka yang duduk di liberalisme tidak pernah mewakili rakyat Saudi,” tegas Ibrahim, seorang warga Saudi.

Baca juga : Gelar Buka Puasa, Dubes Rusia Suguhi Blini Dan Plov

Tapi, ada yang menyambut dan menganggapnya sebagai bagian rencana mereformasi kerajaan yang dijalankan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Pemerintah Saudi di bawah kendali Putra Mahkota Pangeran MBS memang gencar mengkampanyekan modernisasi di kerajaan Saudi yang konservatif. Di antaranya, memberi izin perempuan mengemudi dan membuka kembali layar bioskop.

Sejumlah media melaporkan, tempat dugem yang seharusnya dibuka kemarin malam dengan menampilkan penyanyi Ne-Yo dibatalkan. Otoritas Hiburan Umum arab Saudi (GEA) membantah telah memberikan lampu hijau untuk pembukaan klub malam tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Twitter resminya, GEA mengumumkan akan membuka investigasi atas kabar tersebut. “Menurut informasi yang diberikan kepada GEA acara (Project X) itu melanggar prosedur hukum dan peraturan yang berlaku serta belum disahkan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

GEA, tambahnya, hanya mengeluarkan lisensi untuk acara lain. Kontraktornya kemudian mengambil keuntungan dari perpanjangan lisensi itu untuk melakukan pelanggaran serius. “Hal ini tidak dapat diterima. Investigasi kini dilakukan,” sambung pernyataan itu seperti dilansir Aljazeera.

Baca juga : Cabut Pembatasan Medsos, Rudiantara, Kini Dipuji

Apakah Saudi memang tengah ganti kulit? Cendekiawan muslim, Profesor Sumanto al Qurtuby yang beberapa tahun terakhir tinggal dan menjadi pengajar di Universitas King Fahd, Arab Saudi menjabarkan analisanya dalam mengamati reformasi di negara adi daya di Teluk itu.

Menurut dia, reformasi di Saudi sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. “Sebetulnya dimulai sejak rezim almarhum Raja Abdullah, namun pergerakannya pelan-pelan, karena kelompok konservatif di negara itu masih kuat,” analisanya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.