Dark/Light Mode

Inggris: Putin Pilih Jalan Pertumpahan Darah Dan Kehancuran Ketimbang Diplomasi

Kamis, 24 Februari 2022 22:28 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

 Sebelumnya 
Sementara itu, tiga anggota dewan Afrika yakni Kenya, Gabon, dan Ghana, juga ikut menentang tindakan Moskow karena dinilai melanggar integritas teritorial Ukraina.

Pada Senin malam (21/2), perwakilan tetap Kenya, Martin Kimani, menyarankan Rusia untuk belajar hidup dengan keluhan etnis, seperti yang telah dilakukan negara-negara Afrika.

Baca juga : Anugerah Bahari Pasifik Perjuangkan Klaim Asuransi Kematian ABK Mauritius

"Kenya dan hampir setiap negara Afrika lahir dengan berakhirnya kekaisaran. Perbatasan kami bukan dari gambar kami sendiri. Jika kita memilih untuk mengejar negara atas dasar homogenitas etnis, ras atau agama, kita masih akan mengobarkan perang berdarah beberapa dekade kemudian," kata Kimani.

"Kami menolak iredentisme (kebijakan yang menganjurkan restorasi ke suatu negara di wilayah mana pun yang sebelumnya miliknya) dan ekspansionisme atas dasar apa pun, termasuk faktor ras, etnis, agama, atau budaya. Kami tolak lagi hari ini," imbuhnya. 

Baca juga : DPR Dan Kementan Bantu Petani Basmi Hama Tikus

Sekadar latar, ketika Uni Soviet runtuh, Ukraina memilih untuk menyetujui deklarasi kemerdekaan mereka, dengan suara mayoritas 92,3 persen, dalam referendum 1991. Setiap provinsi Ukraina mendukung kemerdekaan, termasuk Krimea, yang dicaplok Rusia pada 2014.

Ukraina memiliki bahasa, adat istiadat, dan budayanya sendiri. Rusia, yang saat ini memimpin Dewan Keamanan PBB, mencoba mengadakan pertemuan larut malam pada hari Senin untuk mengamati tindakan mereka di balik pintu tertutup, yang kemudian ditolak oleh mayoritas anggota Dewan. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.