Dark/Light Mode

Sulit Ngungsi, Inilah Jeritan Hati Pasien Anak Kanker Ukraina

Selasa, 1 Maret 2022 19:08 WIB
Nikita butuh kemoterapi dan transfusi darah, kondisi perang membuat segalanya menjadi lebih sulit. (Foto Skynews)
Nikita butuh kemoterapi dan transfusi darah, kondisi perang membuat segalanya menjadi lebih sulit. (Foto Skynews)

 Sebelumnya 
Ketika desingan peluru dan ledakan serta suara pesawat tempur terdengar memekakkan telinga, mereka hanya bisa meringkuk di lantai basement rumah sakit untuk berlindung.

"Kami sangat ketakutan. Putra saya sampai menggeretakkan giginya," ujar Pakhaliuk pasrah.

Baca juga : PDIP: Indonesia Harus Jadi Inisiator Hentikan Perang Rusia-Ukraina

Tetapi dia juga mengkhawatirkan dua putrinya (usia 14 dan enam tahun) yang bersama ayah mereka. Ketiganya berlindung di tempat parkir blok apartemen keluarga. Mereka tidak bisa melintasi perbatasan, ke negara tetangga Polandia karena mobil kehabisan bensin.

Jadi sang ibu menghubungi orang asing di media sosial untuk meminta bantuan. Sebuah keluarga di Polandia menanggapi permohonan mereka dan menawarkan agar gadis-gadis itu tinggal bersama mereka.

Baca juga : KPK Sita 4 Bidang Tanah Milik Adik Mantan Bupati Lampung Utara

"Saya tidak mengenal orang-orang ini tetapi saya sangat berterima kasih," kata Pakhaliuk.

"Saya sebenarnya takut memberikan anak-anak saya kepada orang yang tidak saya kenal, tetapi saya pikir itu jalan terbaik. Karena anak perempuan saya harus hidup. Sedangkan putra saya membutuhkan saya di dekatnya."
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.