Dark/Light Mode

Sulit Ngungsi, Inilah Jeritan Hati Pasien Anak Kanker Ukraina

Selasa, 1 Maret 2022 19:08 WIB
Nikita butuh kemoterapi dan transfusi darah, kondisi perang membuat segalanya menjadi lebih sulit. (Foto Skynews)
Nikita butuh kemoterapi dan transfusi darah, kondisi perang membuat segalanya menjadi lebih sulit. (Foto Skynews)

 Sebelumnya 
Kini, rumah sakit tempat Nikita dan teman-temannya tidak hanya merawat anak-anak berpenyakit parah. Tim medis juga membantu warga kota yang terkena imbas operasi militer Rusia dan tentunya serangan bertahan militer Ukraina.

Dokter Andrey Vysotskyi mengatakan, tim medias hanya mendapat sedikit kesempatan tidur nyenyak selama lima hari belakangan.

Baca juga : PDIP: Indonesia Harus Jadi Inisiator Hentikan Perang Rusia-Ukraina

"Sebelumnya, rumah sakit untuk anak-anak menjalani operasi. Sekarang, kita di tengah perang," ujar Vysotskyi.

Rumah sakitnya telah menerima tiga bocah yang terluka karena tembakan, pekan lalu. Namun, satu bocah 10 tahun tewas dalam perjalanan. "Mereka sempat tertahan di perjalanan karena ambulans dihadang hujan tembakan," ujar Vysotskyi.

Baca juga : KPK Sita 4 Bidang Tanah Milik Adik Mantan Bupati Lampung Utara

Korban lainnya, perempuan 14 tahun menderita luka di wajah, punggung dan kaki. Kondisinya kritis. "Korban ketiga adalah seorang anak perempuan yang terluka di jari. Dia sudah lebih baik setelah operasi," info Vysotskyi.

Saat ini, dia menggambarkan kondisi RS sudah jauh lebih tenang. "Sekarang jauh lebih tenang. Bisa mandi atau minum kopi adalah hal mewah di kondisi seperti ini," tandasnya.[DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.