Dewan Pers

Dark/Light Mode

Krisis Rusia-Ukraina, Angelina Jolie Justru Kunjungi Pengungsi Yaman

Senin, 7 Maret 2022 12:17 WIB
Aktris Hollywood Angelina Jolie. (Foto: Istimewa)
Aktris Hollywood Angelina Jolie. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aktris Hollywood Angelina Jolie mengunjungi kamp pengungsi Yaman di kota selatan Aden, Yaman, Minggu (6/3). Kunjungannya ini untuk mengingatkan dunia bahwa masih banyak pengungsi perang yang terlantar di tengah krisis Rusia-Ukraina.

Jolie menegaskan bahwa dunia jangan sampai lupa dengan derita para korban perang di Yaman yang berlangsung selama delapan tahun. Jolie mengatakan kunjungannya bertujuan untuk menunjukkan dukungan kepada rakyat Yaman.

Berita Terkait : Anis Matta : Pertanda Bakal Ada Tatanan Dunia Baru

"Ketika kita terus menyaksikan kengerian yang terjadi di Ukraina dan menyerukan diakhirinya segera konflik dan akses kemanusiaan, saya di sini di Yaman untuk mendukung orang-orang yang juga sangat membutuhkan perdamaian," kata utusan khusus UNHCR itu di akun Instagram-nya, Minggu (6/3), dikutip Tabloid People, Senin (7/3).

Menurut Jolie, kondisi yang terjadi di Yaman merupakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan satu warga sipil tewas atau terluka setiap jam pada 2022. Selain itu, ekonomi hancur oleh perang dan lebih dari 20 juta orang Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

Berita Terkait : Perang Rusia-Ukraina Ganggu Pemulihan Ekonomi RI

"Dia akan mengunjungi keluarga Yaman, termasuk keluarga terlantar dan pengungsi, untuk mendengar langsung dari mereka bagaimana konflik telah menghancurkan hidup mereka," bunyi pernyataan Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR).

Dalam pernyataan resmi tersebut, disampaikan bahwa UNHCR berharap kunjungan Jolie akan menyoroti meningkatnya kebutuhan kemanusiaan di Yaman dan membantu memobilisasi dukungan mendesak untuk pekerjaan kemanusiaan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi tahunan untuk Yaman pada 16 Maret.

Berita Terkait : Komisi I Sarankan Pemerintah Perkuat Investasi Pertahanan

Yaman telah dilanda kekerasan dan ketidakstabilan sejak 2014, ketika milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran merebut sebagian besar negara itu, termasuk Ibu Kota Sanaa. Konflik tersebut, menurut perkiraan PBB, telah menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Hampir 80 persen populasi atau sekitar 30 juta orang membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan. Sedangkan lebih dari 13 juta berada dalam bahaya kelaparan. [DAY]