Dark/Light Mode

Lakukan Lockdown Dan Blokir Medsos

Sri Lanka Bungkam Rakyat Yang Protes Krisis Ekonomi

Senin, 4 April 2022 07:16 WIB
Rakyat berunjuk rasa di kawasan kediaman Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa setelah pemerintah menerapkan jam malam di tengah krisis ekonomi parah, di Colombo, Sri Lanka 3 April 2022. (Foto Reuters/Dinuka Liyanawatte)
Rakyat berunjuk rasa di kawasan kediaman Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa setelah pemerintah menerapkan jam malam di tengah krisis ekonomi parah, di Colombo, Sri Lanka 3 April 2022. (Foto Reuters/Dinuka Liyanawatte)

 Sebelumnya 
Warga bertambah marah saat harus mengalami mati listrik selama 13 jam. Sementara sejumlah kabar menyebutkan bahwa Presiden dan para menteri dikecualikan dari pemadaman tersebut.

Warga yang marah imbas krisis tidak hanya berunjuk rasa di kediaman Rajapaksa. Mereka juga menyerbu kediaman peramal Gnana Akka, "penasihat" Rajapaksa. Untung, polisi bersenjata berhasil menghentikan massa yang berunjuk rasa.

Baca juga : Bos BI: Pandemi Menyisakan Bekas Luka Jangka Panjang Buat Ekonomi

Demo yang terjadi menandai perubahan besar pada popularitas Presiden Rajapaksa, yang meraih kekuasaan dengan kemenangan mayoritas pada Pemilu 2019. Saat itu, Rajapaksa menjanjikan stabilitas dan pemerintahan yang kuat.

Pemerintah selama ini menyatakan, krisis terjadi akibat pandemi Covid-19 dan telah menghantam sektor pariwisata, salah satu sumber utama pendapatan Sri Lanka. Selain itu, serangkaian serangan terhadap gereja-gereja pada Minggu Paskah 2019, yang menyebabkan penurunan tajam pada jumlah wisatawan, juga dituding sebagai penyebab lainnya. Namun, para ahli mengatakan, krisis ini sudah terjadi sejak lama.

Baca juga : OJK Genjot Vaksinasi Dan Pemulihan Ekonomi

Para duta besar negara-negara Barat di Colombo telah menyatakan keprihatinannya atas penggunaan UndangUndang Darurat untuk meredam perbedaan pendapat demokratis. Negara sahabat pun terus memantau perkembangan di Sri Lanka. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.