Dark/Light Mode

RI Larang Ekspor CPO Cs, Pengusaha India Teriak, 290.000 Ton Minyak Sawit Terbengkalai

Kamis, 28 April 2022 22:30 WIB
Truk dengan tandan buah segar kelapa sawit diparkir dalam antrian di sebuah pabrik kelapa sawit di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia, 26 April 2022. Gambar diambil dengan drone 26 April 2022. (Reuters/Willy Kurniawan)
Truk dengan tandan buah segar kelapa sawit diparkir dalam antrian di sebuah pabrik kelapa sawit di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia, 26 April 2022. Gambar diambil dengan drone 26 April 2022. (Reuters/Willy Kurniawan)

 Sebelumnya 
Minyak sawit digunakan dalam segala hal mulai dari kue dan menggoreng hingga kosmetik dan produk pembersih. New Delhi bergantung pada minyak sawit setelah pasokan minyak bunga matahari dari Ukraina terputus sebagai eksportir terbesarnya. 

Baca juga : Puan: Larangan Ekspor CPO Harus Mampu Jawab Kelangkaan Migor Dan Stabilkan Harga

India meminta Indonesia meningkatkan pengiriman minyak sawit ke negaranya demi mengimbangi pasokan minyak bunga matahari yang hilang dari kawasan Laut Hitam akibat krisis Ukraina. New Delhi yang merupakan pembeli minyak nabati terbesar di dunia, berupaya mencari solusi cepat dari Indonesia.

Baca juga : Anis Matta Dukung Larangan Ekspor CPO Dan Minyak Goreng

Ekspor minyak bunga matahari dari Laut Hitam menyumbang 60% terhadap produksi minyak matahari dunia dan 76% pasar ekspor. Sementara Indonesia dan Malaysia menyumbang sebagian besar pengiriman minyak sawit global. Argentina, Brasil, dan Amerika Serikat adalah pemasok utama minyak kedelai.

Baca juga : Heroik, Perjuangan WNI Tinggalkan Ukraina Saat Pertempuran Sengit

“Akan ada kekurangan di pasar. Tidak ada cara untuk meningkatkan pasokan,” kata Direktur Pelaksana Firma Riset Perdagangan JJ Patel and Nikhil, Govindbhai Patel. Menurutnya, pasokan terbatas di tengah permintaan yang meningkat bulan depan karena musim pernikahan dan festival dapat menaikkan harga di India.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.