Dark/Light Mode

Buka Peluang Pendidikan Tinggi, Presiden Maladewa Mantap Gandeng RI

Kamis, 19 Mei 2022 16:10 WIB
Presiden Maladewa, Ibrahim Mohamed Solih (kanan) dan Dubes Dewi Gustiana Tobing. (Foto: Dok. KBRI Colombo)
Presiden Maladewa, Ibrahim Mohamed Solih (kanan) dan Dubes Dewi Gustiana Tobing. (Foto: Dok. KBRI Colombo)

 Sebelumnya 
“Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan Maladewa sebagai negara Islam serta hubungan sejarah di bidang budaya yang terjalin sejak lama akan menjadi jembatan kuat dalam meningkatkan aktifitas people-to-people” jelas Dubes Dewi.

Lebih lanjut Dubes Dewi menyampaikan kepada Presiden Maladewa perlunya kedua negara mendorong peningkatan hubungan perdagangan.

“Volume perdagangan Indonesia-Maladewa pada 2021 senilai US$ 40,8 juta, dengan surplus bagi Indonesia sebesar US$ 39,5 juta. Namun nilai ini masih jauh dari potensi yang dimiliki mengingat Maladewa mengimpor hampir 90 persen kebutuhan dalam negerinya dengan total impor pada tahun 2021 sekitar US$ 2,5 miliar” ujar Dubes Dewi.

Baca juga : BP2P Jawa 1 Lakukan Serah Terima Rusun Mahasiswa UIN Banten

Menurutnya peluang ini dapat dimanfaatkan pengusaha Indonesia masuk ke pasar Maladewa. Termasuk untuk mensuplai produk halal bagi penduduk Maladewa yang berjumlah 500 ribu orang dan produk-produk yang dibutuhkan resort-resort guna melayani kebutuhan turis asing yang berkunjung ke Meladewa, yang mencapai hingga 1,5 juta per tahun.

“Maladewa juga terbuka bagi produk-produk non-makanan, seperti untuk mendukung infrastruktur, serta kebutuhan resort-resort serta kebutuhan masyarakat Maladewa pada umumnya” tambah Dubes Dewi.

Ia meminta dukungan Pemerintah Maladewa dalam upaya memberikan pelindungan bagi keberadaan sekitar 2.500 pekerja Indonesia yang pada umumnya bekerja di sektor pariwisata dan sektor ekonomi lainnya.

Baca juga : Volume Pengiriman Lion Parcel Naik 30 Persen Selama Ramadan Dan Lebaran 2022

Dubes Dewi juga berharap dapat diberikan kesempatan kerja yang lebih besar kepada tenaga kerja Indonesia mengingat kebutuhan Maladewa yang cukup besar.

Maladewa merupakan negara kepulauan yang berada di Samudera Hindia dengan jumlah penduduk sekitar 500 ribu dan 100 prosen beragama Islam.

Kepulauan Maladewa atau lebih dikenal dengan Maldives ini secara geografis termasuk negara yang berada di Asia Selatan. Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Maladewa pada tanggal 2 September 1974.

Baca juga : Presiden Pake Jurus Hadapi Pandemi Covid

Selanjutnya Dubes Dewi sepakat pentingnya diadakan kerja sama pariwisata kedua negara mengingat Maladewa terkenal dengan pariwisatanya dan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di sektor pariwisata.

Mengakhiri pembicaraan, Presiden Ibrahim dan Dubes Dewi sampaikan optimisme bahwa hubungan kedua negara akan terus tumbuh dan berkembang ke arah yang konstruktif dan saling menguntungkan.

Selain peningkatan hubungan bilateral, pada pertemuan tersebut juga disepakati perlunya penguatan kerja sama regional dan multilateral antara lain dalam organisasi PBB, Organisasi Konferensi Islam, Non-Blok, Colombo Plan, Archipelagic and Island States (AIS) dan Indian Ocean Rim Association (IORA).■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.