Dark/Light Mode

Aktif Mendamaikan Rusia-Ukraina

Ini Bukti, Jokowi Negosiator Dunia

Minggu, 3 Juli 2022 07:40 WIB
Presiden Jokowi saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Ist)
Presiden Jokowi saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Anggota Komisi I DPR, Dave Laksono memberikan apresiasi serupa. Kata dia, kunjungan Jokowi ini adalah permulaan yang baik untuk mendamaikan kedua negara. Syaratnya, negara-negara Barat juga mau mengubah kebijakan dan sikap politik luar negerinya.

"Negara-negara Barat juga harus bisa mengurangi egonya, sehingga bisa menurunkan tensi,” kata Dave, kemarin. 

Dave menilai, Jokowi sudah memberikan contoh bagaimana menjadi negosiator ulung. Jokowi yang sejak awal bersikap netral, akhirnya bisa diterima kedua negara dan diterima menjadi mediator.

Baca juga : Jokowi Layak Dapat Nobel

Politisi Golkar ini mengingatkan, perang Rusia-Ukraina sudah mulai memberikan dampak buruk di kawasan. Indonesia yang posisinya jauh dari kedua negara, ikut terdampak. Krisis energi mulai terasa. Pemerintah pun harus menggelontorkan subsidi Rp 500 triliun.

Pujian juga datang dari para akademisi. Pengamat politik internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Riza Noer Arfani mengakui, diplomasi Jokowi layak diacungi jempol. Kata dia, sejak Februari lalu, sejumlah negara sudah berusaha menengahi konflik. Sebut saja misalnya, Turki, Israel, dan Prancis. Hasilnya, belum tampak. Perundingan berjalan buntu. Rusia menolak.

Berbeda saat Jokowi mengunjungi Ukraina dan Rusia. Hal ini, karena Jokowi datang dengan niat tulus. Kepentingan Jokowi hanya berharap dua negara itu berdamai.

Baca juga : Harus Sabar, Putin Masih Besar Kepala

“Dari sisi Rusia, mereka (Turki, Israel, dan Prancis) dianggap tidak netral. Kita dalam posisi yang netral dan sejak awal kita memiliki konsistensi sikap yang seperti itu," kata Riza, kemarin. 

Riza mengakui, kunjungan Jokowi memang tidak bisa langsung menghadirkan perdamaian dengan segera, tetapi setidaknya mampu menurunkan tensi ketegangan. Menurut dia, agenda Jokowi yang tak kalah penting adalah memitigasi dampak terhadap pemulihan ekonomi. Soal ini, hasilnya bisa dinilai sangat menggembirakan.

Sebagai contoh, sudah ada inisiatif akan membuka koridor untuk suplai pangan. Koridor suplai pangan yang terkait dengan rantai pasok pangan ini, sangat penting karena Ukraina selama ini kehilangan akses ekspor. 

Baca juga : Relawan Ganjarist Usul Jokowi Dapat Nobel Perdamaian

"Hal ini saya kira yang mengganggu sektor pangan di dunia. Kalau nanti disepakati paling tidak ada pernyataan awal dari kedua belah pihak menggagas koridor terkait rantai pasok pangan, dan saya kira itu capaian yang besar dari Pak Jokowi. Kita tunggu juga yang menyangkut energi," ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.