Dewan Pers

Dark/Light Mode

Paspornya Ditolak Dicap Imigrasi

Presiden Sri Lanka Gagal Kabur Ke Dubai

Rabu, 13 Juli 2022 08:05 WIB
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. (Foto Times of India)
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. (Foto Times of India)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Sri Lanka, Nandasena Gotabaya Rajapaksa, gagal kabur ke Dubai, Uni Emirat Arab. Petugas Imigrasi di bandara Colombo, ogah mencap paspornya.

Tadinya, Rajapaksa (73) hendak kabur dari tuntutan mundur rakyatnya yang mencuat sejak tiga bulan lalu. Sebagai Presiden, dia menikmati kekebalan dari penangkapan, dan diyakini berniat kabur ke luar negeri sebelum mengundurkan diri, untuk menghindari tuntutan hukum.

Tapi, petugas Imigrasi Sri Lanka menolak memberikan cap pada paspornya. Rajapaksa dan istrinya pun menghabiskan malam di pangkalan militer di sebelah bandara dan melewatkan empat penerbangan ke Uni Emirat Arab.

Saudara Rajapaksa, Basil, yang mengundurkan diri pada April lalu sebagai Menteri Keuangan, mengalami nasib serupa, saat hendak kabur ke Dubai. Dia mencoba menggunakan layanan bisnis, tetapi staf bandara dan Imigrasi tidak melayaninya.

Berita Terkait : Piala Presiden, Singo Edan Buru Gelar Ketiga

“Ada beberapa penumpang lain yang memprotes Basil yang naik ke pesawat mereka. Saat itu situasi tegang, jadi dia buru-buru meninggalkan bandara,” kata seorang pejabat bandara kepada AFP.

 

Basil, pemilik kewarganegaraan ganda, Sri Lanka dan Amerika Serikat, harus mendapatkan paspor baru. Karena paspor lamanya tertinggal di Istana Presiden yang dikepung massa. Sumber resmi mengatakan, sebuah koper penuh dokumen juga ditinggalkan di gedung megah itu bersama uang tunai 17,85 juta rupee (Rp 3,36 miliar).

Tidak ada kabar resmi dari kantor presiden tentang keberadaan Rajapaksa, yang juga Panglima Angkatan Bersenjata dengan sumber daya militer yang dimilikinya.

“Salah satu opsi yang masih terbuka bagi Rajapaksa adalah membawa kapal angkatan laut ke India atau Maladewa,” kata sumber di Departemen Pertahanan seperti dilansir AFP, kemarin.

Berita Terkait : Massa Duduki Kediaman Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa

Jika Rajapaksa mundur seperti yang dijanjikan, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe akan secara otomatis menjadi penjabat presiden sampai parlemen memilih seorang anggotanya untuk menjadi pelaksana tugas presiden hingga November 2024.

Rajapaksa, sebelumnya, mengatakan, dia akan mundur pada Rabu (13/7). “Kami tidak akan menyerah pada perjuangan ini sampai dia benar-benar pergi,” kata pemimpin demo mahasiswa Lahiru Weerasekara.

Ratusan ribu massa menduduki Istana Presiden dan menolak beranjak dari sana, Minggu (10/7), sehari setelah mereka menyerbu ke Kediaman Presiden, Sabtu. Rajapaksa dikabarkan sudah melarikan diri dari Kediaman Presiden, Jumat (7/7).

Peristiwa dramatis pada Sabtu itu menjadi puncak protes berbulan-bulan oleh rakyat yang marah atas krisis ekonomi dan ketidakmampuan serta korupsi keluarga dan kroni Rajapaksa selama mereka berkuasa.

Berita Terkait : KPK: Dia Masih Jalani Tugasnya Beberapa Waktu Ke Depan

Ratusan ribu orang berkumpul di Colombo menuntut Rajapaksa bertanggung jawab atas kekurangan obat-obatan, makanan, dan bahan bakar yang membuat negara yang dulunya kaya menjadi bangkrut, dan menyebabkan rakyat sengsara. ■