Dark/Light Mode

Eks Partai Berkuasa Malaysia Diskriminasi Jurnalis Non-Melayu?

Senin, 15 Juli 2019 13:12 WIB
Datuk Seri Ismail Sabri Yakoob (Foto AFP)
Datuk Seri Ismail Sabri Yakoob (Foto AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengklarifikasi insiden diskriminasi jurnalis non-Melayu dalam pertemuan tertutup partai pada Minggu petang (14/7) di Lembah Pantai, Malaysia. Ismail mengatakan, ada kesalahan pada pembawa acara saat meminta jurnalis untuk keluar acara pertemuan tertutup tersebut.

"Saya paham pernyataan yang disampaikan pembawa acara yang meminta jurnalis non-Melayu meninggalkan lokasi acara sangat tidak pantas. Namun, maksudnya tidak untuk mendiskriminasi," bela Ismail kepada Yahoo Singapore, kemarin.

Baca juga : Mensos dan Buwas Saling Menguatkan

Dia menjelaskan, pertemuan yang dilakukan UMNO Minggu petang adalah pertemuan tertutup dan seluruh jurnalis, Melayu dan non-Melayu, diminta meninggalkan lokasi acara saat acara dimulai. Wawancara bisa dilakukan para jurnalis seusai acara. Namun pernyataan pembawa acara telah membuat Gerakan Media Merdeka (Geramm) menyampaikan kekesalan mereka lewat pernyataan tegas.

Geramm menerima aduan dari anggotanya dari jurnalis non Melayu yakni surat kabar Vernakular bahwa telah diminta keluar dari liputan Musyawarah UMNO Bagian Lembah Pantai tersebut.

Baca juga : Transjakarta Berikan Layanan Gratis Saat Arus Balik

"Arahan tersebut dikeluarkan dengan alasan bahwa acara tersebut merupakan pertemuan orang Melayu dan hanya orang Melayu saja yang diperbolehkan membuat liputan peresmian acara oleh Wakil Presiden Umno Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob," bunyi pernyataan Geramm.

Pembawa acara telah meminta wartawan dan juru kamera bukan Melayu untuk meninggalkan acara sebelum acara dimulai kira-kira jam 14.00 petang di Rumah Persatuan Alumni Universiti Malaya di Petaling Jaya. Geramm mengecam keras tindakan yang bukan saja menghalangi kebebasan media, tetapi jelas merupakan salah satu bentuk diskriminasi ras. Geramm turut menolak semua bentuk pembatasan media kecuali  seperti faktor keamanan. 

Baca juga : Pengganti Theresa May Diumumkan Juli

Sementara itu, Ismail meminta jurnalis untuk tidak terpicu dengan kesalahpahaman yang terjadi. "Harus dipahami kalau pertemuan UMNO selalu tertutup dan memang dihadiri anggota UMNO yang semuanya orang Melayu. Kami tidak menghalangi tugas jurnalis. Kami hanya minta mereka tidak meliput selagi musyawarah berlangsung," terangnya. Dia meminta pihak Geramm untuk tidak tersulut amarah dan mencap UMNO telah mendiskriminasi jurnalis non-Melayu. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.