Dark/Light Mode

Kisah Pilu Pengungsi Ukraina

Pisah Dari Ibu, Orang-orang Berteriak Ingin Keluar Kiev

Senin, 22 Agustus 2022 09:05 WIB
Aparat Ukraina berbicara di depan permukiman warga yang rusak akibat serangan militer Rusia di kota Siversk, Donetsk, Ukraine, 20 Agustus 2022. (Foto Reuters/Anna Kudriavtseva)
Aparat Ukraina berbicara di depan permukiman warga yang rusak akibat serangan militer Rusia di kota Siversk, Donetsk, Ukraine, 20 Agustus 2022. (Foto Reuters/Anna Kudriavtseva)

 Sebelumnya 
Mereka akhirnya memilih Jerman. Lebih tepatnya di Kota Stuttgart. Karena di Negeri Bavaria, mereka tidak dianggap sebagai pengungsi. Tapi sebagai imigran sementara. Jadi, mereka bisa kembali ke Ukraina kapan pun mereka mau.

Di Jerman, mereka bertemu dengan rekan-rekan ibunya. Yang sebelumnya telah mengungsi di sana. Tempat penampungan mereka di Jerman adalah sebuah hanggar raksasa, karena rumah dan apartemen penuh.

Untungnya, dari hari ke hari, situasi di tempat penampungan menjadi lebih baik. Kini, Fedorov dan saudaranya sudah kembali bersekolah.

Baca juga : Kisah Sukses Pengusaha Perempuan Beromzet Ratusan Juta Di Baleomol

Keanu Djalal, pemuda Indonesia, yang juga putra pendiri FPCI Dino Patti Djalal pilu mendengar cerita para pemuda Ukraina yang terpaksa mengungsi karena perang. Dia berharap, perang segera berakhir.

Di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat Ukraina, Keanu menyesalkan bias, distorsi dan kemunafikan yang terjadi. Dia bilang, itu karena ada kebencian yang tumbuh terhadap kekuatan Barat. Tentu saja, itu dikaitkan dengan sejumlah hal.

“Misalnya, ada intervensi internasional yang tidak perlu seperti invasi ke Irak dan perang lainnya,” ujar Keanu.

Baca juga : KPK Cegah Wakil Ketua DPRD Tulungagung Dan 3 Orang Lainnya Ke Luar Negeri

Dia bilang, kolonialisme Barat juga masih teringat jelas di ingatan orang Indonesia. Sehingga banyak orang yang menggambarkan kebencian terhadap kekuatan Barat. 

Keanu mengatakan, satu-satunya cara untuk menghindari konflik di masa depan, dengan mendengarkan suara para korban.

“Mari kita dengarkan suara-suara yang paling murni. Suara murni itu bisa didapatkan dari kaum muda,” tandasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.