Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gali Peluang, RI Genjot Perdagangan dan Investasi Tekstil dengan AS
Sabtu, 20 Juli 2019 17:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia ingin melipatgandakan perdagangan dan investasi bidang tekstil dan produk tekstil ke AS. Peluang yang ada dinilai cukup besar untuk merealisasikan target peningkatan ekspor sampai 100 persen itu.
Pada 2018, ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia ke AS tahun 2018 mencapai 4,5 miliar dolar, dan akan terus tumbuh di tengah dinamika perdagangan global. Sedangkan total perdagangan RI-AS, mendekati 30 miliar dolar AS. Diharapkan, nilai perdagangan ini bisa mencapai 60 miliar dolar AS dalam 5 tahun ke depan.
Baca juga : Masih Dirumuskan, Luhut: Perusahaan Sawit Nakal Bakal Didenda
Untuk peningkatan di masa yang akan datang, diperlukan peta jalan yang secara jelas mencerminkan keuntungan kedua negara. Hal itu mengemuka dalam “Roundtable Meeting on Building Synergy of Textile and Cotton Sectors” yang digelar KBRI Washington DC dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)di gedung KBRI, Washington DC, Jumat (19/7).
Duta Besar (Dubes) RI untuk AS, Mahendra Siregar menyebut pertemuan ini sebagai langkah nyata meningkatkan hubungan dagang dua arah Indonesia dan AS. Dalam pertemuan tersebut, hadir juga wakil dari Kantor United States Trade Representative (USTR), Department of Agriculture, Department of State, Department of Commerce, dan wakil-wakil asosiasi garmen, fesyen dan kapas AS.
Baca juga : Poempida Persilakan BPK Audit Pengelolaan Investasi DJS BPJS Ketenagakerjaan
Senada dengan Dubes Mahendra, Asisten USTR untuk Urusan Tekstil, Bill Jackson, mengungkapkan pandangan positif dan harapan besarnya terhadap perdagangan kapas, tekstil, dan garmen sebagai pendorong pertumbuhan perdagangan dua arah kedua negara. Harapan tersebut disambut dengan antusiasme dan komitmen Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Harian Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Anne Patricia Sutanto, untuk menindaklanjuti peluang-peluang yang ada.
“Saya melihat masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan apabila melihat potensi masing-masing,” ujar Anne dalam keterangan pers yang diterima RMCO.id.
Baca juga : Syukuran Pemilu Damai, KBRI Den Haag Tumpengan
Sementara itu, Direktur Asosiasi Kapas AS, Vaughn Jordan mengatakan momentum dan prospek positif sektor tekstil dan kapas perlu dimanfaatkan secara lebih strategis dan jangka panjang. “Kunjungan API ke 4 negara bagian produsen kapas di AS dan serangkaian pertemuan dengan pembeli utama tekstil dan garmen Indonesia merupakan langkah-langkah strategik yang saling menguntungkan” tutur Vaughn.
Para peserta optimistis, pertemuan itu telah berlangsung baik dan optimis bahwa pendekatan perdagangan yang bebas, adil dan bertimbal balik bagi kedua negara. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya