Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Hindari Mobilisasi Militer, Ribuan Pria Rusia Kabur
Selasa, 27 September 2022 08:12 WIB
Sebelumnya
Kebanyakan pria Rusia yang berbicara kepada AFP juga enggan memberikan nama lengkap mereka, karena alasan keamanan.
“Presiden ingin menyeret kami semua ke dalam perang saudara, yang dia nyatakan dengan alasan yang sama sekali tidak sah,” ucap Denis (38) yang juga kabur ke Georgia.
Baca juga : Puan Masih Main Kode
“Saya ingin melarikan diri. Bagi saya, ini bukan liburan menyenangkan ke Georgia. Ini adalah emigrasi,” imbuhnya.
Pria Rusia lainnya, Alexander Sudakov (32) yang berprofesi sebagai manajer produksi menyatakan, mobilisasi militer itu menjadi hal terakhir baginya, setelah 20 tahun hidup di bawah kekuasaan otoriter Putin.
Baca juga : Setelah Dekrit Mobilisasi Parsial, Warga Rusia Ramai-ramai Kabur Lewat Finlandia
“Warga Ukraina adalah saudara-saudara kami. Saya tidak mengerti, bagaimana saya bisa pergi ke sana untuk membunuh mereka, atau dibunuh,” ujarnya.
Georgia menjadi pilihan utama bagi mereka yang menghindari mobilisasi militer, karena warga Rusia bisa masuk dan tinggal di sana selama setahun tanpa visa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya