Dark/Light Mode

Mau Jadi PM Thailand, Alumni Harvard Ini Hadapi Sandungan

Senin, 15 Mei 2023 12:57 WIB
Ketua Partai Move Foward Pita Limjaroenrat di depan pendukungnya di Bangkok, Thailand.
Ketua Partai Move Foward Pita Limjaroenrat di depan pendukungnya di Bangkok, Thailand.

 Sebelumnya 
Tapi lagi-lagi para analis menyebut, tidak muda bagi Pita. Para analis ini tidak satu visi pada hal-hal tertentu. Menilik dari perkataan Pita, MFP bakal berkoalisi dengan Pheu Thai dan Bumjaitha. Namun soal Pasal 112, Pheu Thai tidak sevisi dengan MFP.

Di dalam hukum ketatanegaraan Thailand, parlemen terdiri dari 750 kursi. Sebanyak 500 kursi diperebutkan di dalam pemilu oleh partai politik dan kandidat independen. Sisa 250 kursi lagi eksklusif untuk perwakilan militer. PM dipilih 750 anggota parlemen ini.

Baca juga : Maju Jadi Calon DPD, Irman Gusman: Saya Ingin Memberi Sumbangsih Untuk Bangsa

Adapun PM Prayuth mengatakan bakal legowo apabila kalah pemilu. Namun, beberapa politikus tetap waspada.

Salah satunya adalah Wakil Perdana Menteri Wissanu Kreangam. Politikus independen ini menjelaskan bahwa pemerintahan yang baru belum bisa menarik napas lega karena memenangi pemilu.

Baca juga : Pesta Demokrasi Thailand Dimulai, 2 Juta Warga Padati TPS

Thailand masih berusaha bangkit dari pandemi Covid-19 dan inflasi. Rakyat memiliki banyak ketidakpuasan, harapan, sekaligus tuntutan kepada Pemerintah.

"Apalagi, pemilu kali ini benar-benar terasa memecah rakyat berdasar ideologi maupun identitas politiknya. Akan ada unjuk rasa dan protes dari berbagai pihak dan ini berisiko menjadi pintu masuk makar," katanya.

Baca juga : KPK Bakal Panggil Bupati Pandeglang, Klarifikasi Harta Kekayaannya

Tiga pemerintahan sebelum Prayuth semua berakhir dengan pemberontakan yang disokong militer. Prayuth merebut jabatan PM pada tahun 2014 setelah mengudeta Yingluck Shinawatra.***

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.