Dark/Light Mode

Pemuda Kamboja Main Angklung dan Nobar Film AADC II

Selasa, 10 September 2019 06:49 WIB
(Foto KBRI Phnom Penh)
(Foto KBRI Phnom Penh)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ratusan pemuda-pemudi Kamboja memadati Ruang Serba Guna KBRI Phnom Penh Kamboja pada akhir pekan lalu (6/9/2019) dalam rangka nonton bareng (nobar) Film Indonesia yang kali ini berjudul ‘Ada Apa dengan Cinta 2’. Muda-mudi Kamboja tersebut adalah peserta Pusat Budaya Indonesia di Kamboja (Pusbudi Nusantara) termasuk para alumni Indonesia di Kamboja yang saat ini telah bekerja di berbagai sektor penting. 

Film karya Riri Riza ini mampu mempromosikan sosial-budaya dan wisata Yogyakarta sebagai salah satu lokasi Film. 

Rangkaian acara pada malam Sabtu tersebut, dipandu  Met Chandara, pemuda Kamboja yang pernah menempuh studi S1 di Universitas Jember pada 2012-2016. Met Chandara juga pernah menjadi peserta Program Darmasiswa di Universitas Lampung dan hingga kini masih dapat berbahasa Indonesia dengan sangat lancar dan jelas.

Baca juga : Situasi Kamtibmas di Papua Kini Aman dan Kondusif

Acara dibuka Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng yang menyampaikan pentingnya acara ‘gathering’ seperti ini untuk menjalin persahabatan, saling mengenal satu sama lain, sekaligus membangun jejaring dengan ‘Indonesian connection'

Dubes juga menyampaikan telah dibentuknya Indonesia-Cambodia Alumni Network (I-CAN) pada 17 Agustus 2019 dengan Presidennya Va Seangly, warga Kamboja penerima beasiswa S2 Program Kemitraan Negara Berkembang di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

I-CAN akan menjadi wadah untuk saling bertukar pengalaman/informasi termasuk info tentang studi/beasiswa ke Indonesia hingga peluang bisnis kedua negara, serta mempererat hubungan antar masyarakat yang pada gilirannya diharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Kamboja.

Baca juga : Pertamina Pamerkan Musicool Ac Ramah Lingkungan Di Jayapura

Sebelum memulai nonton film bersama, Koordinator Pusbudi Nusantara, Roland Uly Uju menjelaskan secara singkat mengenai alat musik tradisional Indonesia, Angklung. Diikuti pertunjukan Angklung, para peserta bernyanyi bersama lagu daerah Rasa Sayange dengan antusias.

Pada kesempatan tersebut, Dubes menyerahkan Sertifikat Belajar Bahasa Indonesia kepada wakil peserta Pusbudi Nusantara yang telah mengikuti Kelas Bahasa Indonesia dengan jangka waktu minimal enam bulan. Kelas Bahasa Indonesia diberikan Guru Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang ditugaskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Para peserta juga disuguhkan makanan khas Indonesia, mie ayam bakso dan sate ayam, sebagai pengobat rindu bagi mereka yang pernah berkunjung/belajar di Indonesia. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.