Dark/Light Mode

Pemilu Serentak Israel Digelar Hari Ini

Netanyahu Deg-degan, Menang Atau Masuk Penjara?

Selasa, 17 September 2019 17:25 WIB
Benjamin Netanyahu (kanan) memberikan hak suara bersama sang istri, Sara. (Foto: AFP)
Benjamin Netanyahu (kanan) memberikan hak suara bersama sang istri, Sara. (Foto: AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemilu serentak Israel yang digelar Selasa (17/9), bagai pertarungan hidup mati bagi karier politik Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Akankah Netanyahu mengukuhkan dominasinya sebagai PM terlama Israel, ataukah justru masuk penjara karena tersangkut kasus korupsi?

Dalam Pemilu 2019, Netanyahu yang diusung Partai Likud, akan bertemu rival terberatnya dari Partai Biru dan Putih, Benny Gantz.

"Pemilu sudah datang. Saya imbau seluruh rakyat untuk datang dan memilih," ajak Netanyahu saat memberikan hak suaranya di Yerusalem, Selasa (17/9) pukul 10 pagi waktu setempat.

Sementara Gantz, memberikan hak suaranya di Rosh Haayin. "Semoga, pemenangnya adalah yang terbaik," ujarnya.

Dalam kampanye selama lima bulan terakhir, kedua kandidat banyak mengedepankan sejumlah isu penting seperti konflik dengan Iran, hubungan dengan Palestina dan Amerika Serikat, serta masalah ekonomi.

Baca juga : Pertamina Berikan Apresiasi Hari Pelanggan, Untuk Konsumen Produk Unggulan

Ini merupakan pemilu Israel kedua yang digelar dalam lima bulan terakhir, setelah Partai Likud beserta koalisi gagal mendapat kursi mayoritas di parlemen.

Hasil tersebut merupakan kekalahan terbesar bagi Netanyahu dalam karier politiknya, meskipun Likud tetap menjadi pemenang dalam pemilu.

Asal tahu saja, seumur-umur, baru kali ini Israel menggelar dua kali pemilu dalam setahun.

Pemilu kali ini menjadi tantangan berat bagi Netanyahu, karena pada saat bersamaan, pria 69 tahun ini juga harus menghadapi dakwaan korupsi.

Jaksa Agung mengumumkan akan menyeret Netanyahu ke kursi pesakitan atas kasus penipuan, penyuapan, dan pelanggaran kepercayaan. Rencananya, sidang akan diadakan setelah pemilu, atau pada awal Oktober mendatang.

Baca juga : Deklarasi Kemenangan, Abe Mau Catat Rekor PM Terlama

Banyak yang bilang, Netanyahu akan mendapat kekebalan hukum jika terpilih kembali. Untuk itulah, jabatan perdana menteri menjadi penting bagi Netanyahu. Alasan inilah yang membuat Netanyahu rela melakukan upaya apa pun demi mendapat dukungan dari semua kelompok Yahudi. Terutama, kelompok sayap kanan.

Bahkan, Netanyahu berjanji akan mencaplok daerah pendudukan Lembah Jordan di Tepi Barat bagi pemukim Yahudi, jika berhasil memenangkan pemilu.

Sekadar info, dua hari sebelum pemilu dimulai atau pada Minggu (15/9), kabinet Israel menyetujui rencana Netanyahu mencaplok Lembah Jordan. Langkah ini jelas melanggar hukum internasional.

Tak hanya itu, Netanyahu juga berjanji mencaplok wilayah pendudukan di Tepi Barat lebih luas lagi, yang semestinya menjadi hak Palestina untuk dijadikan pemukiman Yahudi.

Rencana ini jelas akan mengakhiri harapan perdamaian Israel dan Palestina, melalui solusi dua negara.

Baca juga : Presiden Sementara Kazakhstan, Tokayev Menangi Pilpres

Tak hanya di dalam negeri, Netanyahu juga berupaya meraih dukungan internasional, untuk memperpanjang jabatannya. Misalnya, dengan mengunjungi Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Netanyahu juga sering berbicara secara terbuka mengenai perang udara Israel di Suriah melawan musuh bebuyutan Iran, serta kelompok Hizbullah di Lebanon. Ironisnya, jika terkait Palestina, dia cenderung menghindari pembicaraan soal itu, selain operasi keamanan.

Netanyahu merupakan pemimpin Israel terlama yang menjabat sebagai PM sejak 1996-1999 dan 2009-2019. Ia juga menjadi pemimpin Israel termuda, di mana ia terpilih menjadi PM ketika berusia 46 tahun pada 1996. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.