Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mangga Harum Manis Hingga Mi Instan Tembus Pasar Rusia

Kamis, 26 September 2019 13:06 WIB
Dubes Wahid memberikan penjelasan mengenai masakan Indonesia kepada juru masak Yuva Cafe Rusia, di Wisma Indonesia KBRI Moskow. (Foto KBRI Moskow)
Dubes Wahid memberikan penjelasan mengenai masakan Indonesia kepada juru masak Yuva Cafe Rusia, di Wisma Indonesia KBRI Moskow. (Foto KBRI Moskow)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah produk Indonesia menembus pasar Rusia. Kita bisa menemukan mi instan, kopi, bir dan bahkan manga harum manis.

KBRI Moskow terus berupaya melakukan promosi produk Indonesia di Rusia, baik melalui forum bisnis, pameran, maupun festival Indonesia. Seperti yang dilakukan pada 19-21 September, di Pusat Perbelanjaan Europark, Moskow. Promosi produk dipadukan juga dengan promosi seni budaya.

Pada acara tersebut, KBRI Moskow bekerja sama dengan PT Mayora Indah Tbk di Rusia untuk pertama kalinya menyelengarakan “in store promotion” kopi instant Torabika Cappuccino.

Pengunjung disuguhi sajian kopi sambil menyaksikan pertunjukan budaya Tim Kesenian KBRI Moskow “Kirana Nusantara Dance” yang mempersembahkan berbagai tarian daerah Indonesia dan tarian kontemporer kreasi baru, serta permainan alat musik rebab.

Berita Terkait : Rawat Ekosistem Laut, Pelni Investasi Terumbu Karang

Tidak sedikit pengunjung yang membeli kopi Torabika setelah mengetahui dan mencobanya. Grigory Shain, distributor kopi Torabika di Rusia mengatakan promosi bersama dengan dukungan KBRI Moskow membangun jembatan produk dan budaya Indonesia di Rusia.

Kerja sama ini menjadi dasar bagi ekspansi dan pertumbuhan penjualan kopi Torabika di masa depan dan diharapkan pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun 2019 mencapai 31 persen.

Kopi Torabika Cappuccino telah hadir di 78 wilayah Rusia dari Kaliningrad di ujung barat hingga Vladivostok di ujung timur jauh Rusia. Pada 2018 PT Mayora Indah Tbk berhasil mengekspor 1.000 kontainer ke Rusia.

“Segmen Cappuccino dengan Torabika Cappuccino sebagai merek terkemuka menjadi pendorong pertumbuhan utama untuk kategori kopi campuran. Peluncuran Torabika Macchiato akan memungkinkan kelompok konsumen yang lebih luas untuk menikmati produk kopi Indonesia berkualitas tinggi dan sempurna,” kata Grigory.

Berita Terkait : Anggota DPR Harus Berani Bicara dan Dekat dengan Wartawan

Produk Indonesia di pasar Rusia cukup kompetitif. Satu bungkus Torabika Cappuccino isi 20 sachet dihargai 219 rubel (sekitar 50 ribu rupiah). Sementara itu, 1 buah mangga harum manis standar harganya 320 rubel (70.500 rupiah), 1 mie gelas (pop mie) 80 rubel (17.500 rupiah), dan 1 bungkus mie goreng 50 rubel (11 ribu rupiah).

Duta Besar Indonesia untuk Rusia merangkap Belarus M Wahid Supriyadi mengatakan, Festival Indonesia yang sudah empat kali diselenggarakan di Moskow sejak 2016 berdampak besar pada masuknya produk-produk Indonesia ke pasar Rusia. 

Pengusaha Rusia, Yuri Pavlov, bahkan berani membuka dua kafe sekaligus dengan menyajikan menu Indonesia bernama Yuva Cafe di Moskow dan St Petersburg. Pada  2016 pemilik Yuva Kafe telah mendirikan Restoran Kutabar di St Petersburg yang namanya terinspirasi tradisi dan budaya Indonesia, khususnya Bali.

KBRI Moskow mendukung dan memberikan pelatihan memasak kepada para juru masak Yuva Cafe di Wisma Indonesia, khususnya untuk menu sate, nasi goreng, mie goreng, gado-gado dan pisang goreng.

Berita Terkait : Bandara Soekarno-Hatta Masuk Daftar Bandara Tersibuk di Dunia

“Kita ingin lebih banyak lagi produk Indonesia masuk di pasar Rusia dan restoran dapat dijadikan salah satu pintu masuk produk makanan Indonesia di pasar Rusia,” pungkas Dubes Wahid. [MEL]