Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sharing Pengalaman Untuk Diplomat Muda Lewat Buku
29 Mantan Dubes Ungkap Untold Story
Senin, 13 Mei 2024 10:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 29 Duta Besar (Dubes) purnatugas berbagi kisah yang tidak pernah diungkapkan saat aktif menjalankan tugas sebagai diplomat di luar negeri, Selasa (7/5/2024). Semua kisah tersebut dirangkum dalam sebuah buku berjudul ‘40 Tahun Mengabdi di Dunia Diplomasi: Serpihan Memori Diplomat Indonesia.’
Siang itu, Kantin Diplomasi di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) ramai dengan puluhan para duta besar (Dubes) purnatugas lulusan Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu) Angkatan X (sepuluh). Mereka bercengkrama, mengi ngat kembali pengalaman asam manis saat masih menjabat sebagai perwakilan Indonesia di negara-negara sahabat.
Peluncuran buku dimulai dengan sambutan Dubes RI untuk Vatikan periode (2016 - 2020) Antonius Agus Sriyono yang juga sebagai salah satu penulis buku.
Acara dilanjutkan dengan diskusi serta sesi sharing bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) periode (2001 - 2004) Noer Hassan Wirajuda, Dubes RI untuk Selandia Baru periode (2017 2021) Tantowi Yahya dan Dubes RI untuk Argentina (20182022) Niniek Kun Naryatie.
Baca juga : Pengamat: Ajukan Gugatan Lewat Jalur MK, Langkah Mardiono Sudah Tepat
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pahala Mansury juga turut hadir pada acara tersebut. Dia sangat mengapresiasi kerja keras para Dubes yang tulus mengabdi kepada bangsa untuk kemajuan diplomasi Indonesia. Menurutnya, banyak masyarakat yang masih belum paham pentingnya negara berdiplomasi.
“Berdiplomasi berbicara mengenai kedaulatan, mengenai membela kepentingan warga negara Indonesia di luar negeri dan memberikan informasi untuk para stakeholder terkait kebijakan di negaranegara sahabat, terkait perdagangan dan investasi. Ini sumbangsih dari para Bapak Ibu semua bagi negeri,” ujar Pahala.
Buku serial Sekdilu angkatan X tersebut bergenre Human Interest, suatu genre jurnalistik yang menampilkan kisah kisah manusia dengan latar belakang yang beragam. Buku ini mengundang perhatian pembaca karena memiliki nilainilai kemanusiaan yang universal yang pernah dialami para Dubes RI di negara penempatan. Cerita Dubes RI saat bertemu dengan Paus Fransiskus, menjalin hubungan yang baik dengan Pemimpin Libya Muammar Gaddafi, repatriasi lebih dari 2.000 warga negara Indonesia dari Mesir saat peristiwa Arab Spring, hingga pendirian ‘Escuela de la Republica de Indonesia’ di Argentina, diceritakan secara blak-blakan di dalam buku tersebut.
“Pembaca dibawa berkeliling dunia ke 29 mantan diplomat senior Indonesia bertugas,” kata Hassan Wirajuda.
Baca juga : Ukrainia Serukan Misi Perdamaian Lewat Budaya & Keterlibatan dengan Global Selatan
Agus Sriyono selaku penulis dan penyusun serial ke-4 buku Sekdilu tersebut mengatakan, diplomasi adalah bagaimana seorang diplomat memahami konteks sejarah, waktu dan tantangan zaman. Sebab, terkadang harapan dan cita-cita diuji oleh realitas di lapangan.
Eks Dubes Indonesia untuk Vatikan itu meng akui, ada sedikit kekhawatiran di kalangan diplomat senior terhadap diplomat muda dalam memahami diplomasi.
Pengaruh teknologi membuat cara belajar mengenai diplomasi itu agak sedikit berbeda. Banyak generasi muda lebih senang mendapatkan akses pembelajaran secara cepat dan mudah lewat internet, dibandingkan memahami isi buku secara mendalam.
Selain itu, diplomat muda diharapkan bisa membangun jejaring secara langsung, agar semakin memperkuat hubungan antar orang ke orang.
Baca juga : Demokrat Nantang Nih Ungkapin Semua Bukti
“Kami di Kementerian Luar Negeri sedang mencari pola bagaimana mengembangkan potensi diplomat muda sesuai tuntutan zaman. Kami berharap mereka (diplomat muda) bisa menyesuaikan diri sesuai tuntunan zaman. Tapi prinsip diplomasi harus tetap membangun jejaring. Tidak hanya lewat internet atau sebagainya,” pungkas Agus Sriyono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya