Dark/Light Mode

Mengingat Kembali Ide & Aksi Imam Khomeini (6)

Khomeiniisme: Harapan Kaum Tertindas di Penjuru Dunia

Minggu, 9 Juni 2024 10:21 WIB
Rohullah Khomeini saat berpidato di Sekolah Feyziyeh, Qom, Iran pada 3 Juni 1963. [Foto: emam.com]
Rohullah Khomeini saat berpidato di Sekolah Feyziyeh, Qom, Iran pada 3 Juni 1963. [Foto: emam.com]

 Sebelumnya 
Memang, teori Vilayat-e Faqih, yang diwujudkan dalam Republik Islam Iran, sebagai pengalaman aktual pertama ideologi politik Syiah, merupakan campuran antara perwalian dan demokrasi. Pasal 56 Konstitusi Iran menekankan kedaulatan rakyat:

"Kedaulatan mutlak atas dunia dan manusia adalah milik Tuhan, dan Dialah yang telah menjadikan manusia sebagai penguasa atas takdir sosialnya sendiri. Tidak ada seorang pun yang dapat merampas hak ilahi ini dari manusia, atau menundukkannya kepada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Orang-orang harus menggunakan hak ilahi ini dengan cara yang ditentukan dalam pasal-pasal berikut." (Konstitusi Republik Islam Iran (bahasa Inggris) halaman 21-22).

Baca juga : Gerakan Global Kaum Tertindas Melawan Kaum Arogan

Revolusi Islam Iran adalah satu-satunya revolusi agama yang benar berdasarkan cita-cita dan ajaran Islam murni, yang tidak diragukan lagi telah memberikan kontribusi terhadap kebangkitan banyak umat Islam dalam beberapa dekade terakhir yang menghasilkan gerakan-gerakan untuk membangun kemerdekaan nasional di Libanon, Palestina, Irak, Suriah, dan Yaman, dengan mendapatkan kebebasan dari tirani agen-agen lokal kapitalis global. Semua ini secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh bimbingan dan semangat Khomeiniisme.

Selain itu, kekuatan anti-kolonial di banyak negara di Amerika Selatan dan Afrika terinspirasi oleh Revolusi Iran. Masalahnya, beberapa dari gerakan-gerakan tersebut gagal setelah sukses di awal dan yang lainnya tidak dapat mencapai hasil yang diharapkan. Faktanya, para pemimpin gerakan-gerakan tersebut patut disalahkan atas kegagalan mereka. Hal ini membutuhkan perdebatan panjang, yang berada di luar cakupan artikel ini.

Baca juga : Pemikiran Politik Imam Khomeini: Inspirasi Era Baru Internasional

Salah satu pencapaian besar Imam Khomeini (RA) adalah memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang arti perlawanan terhadap tiran dan penindasan. Hari ini, perlawanan merupakan tambahan yang signifikan dalam terminologi politik dunia. Imam Khomeini (RA) membangkitkan semangat perlawanan di kalangan kaum tertindas di seluruh dunia. Karena itu, Imam Khomeini (RA) bukan hanya imam kemarin, tapi juga imam hari ini dan esok.

Untungnya, hari ini kita menyaksikan kekuatan perlawanan di kawasan Timur Tengah dan kekalahan signifikan para hegemonis di dunia sebagai hasil dari Revolusi Islam dan keberhasilan-keberhasilannya. Republik Islam Iran mendukung perlawanan dan memaksa para diktator untuk mundur serta memainkan peran penting dalam menghentikan rezim perampas Israel. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.