Dark/Light Mode

Mulai Besok, Harga Solar Di Malaysia Naik 50 Persen, Subsidi Dialihkan Untuk BLT

Minggu, 9 Juni 2024 19:30 WIB
Ilustrasi pom bensin Petronas (Foto: Net)
Ilustrasi pom bensin Petronas (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga bahan bakar solar di sebagian besar wilayah Malaysia, akan naik sekitar 50 persen pada Senin (10/6/2024) besok. Seiring beralihnya kebijakan pemerintah Malaysia, dari subsidi selimut berbiaya tinggi, menjadi kebijakan tepat sasaran untuk membantu pihak yang membutuhkan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT).

Malaysia yang selama ini lumayan jor-joran mensubsidi harga bahan bakar, minyak goreng dan beras, terperangah melihat tingginya angka subsidi hingga mencetak rekor dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih, hal ini terjadi di tengah lonjakan harga komoditas.

Nilai subsidi solar Malaysia kini meningkat 10 kali lipat dari 1,4 miliar ringgit Malaysia (Rp 4,85 triliun) pada 2019, menjadi 14,3 miliar ringgit Malaysia (Rp 49,59 triliun) pada 2023.

Reformasi subsidi solar pada tahun ini, diperkirakan akan menghemat sekitar 4 miliar ringgit Malaysia (Rp 13,87 miliar) per tahun. Penghematannya akan dialokasikan untuk membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca juga : Long Weekend, Penumpang Whoosh Naik 28 Persen, Lebih Dari 20 Ribu Tiket Ludes

Dalam pernyataannya pada Minggu (9/6/2024), Kementerian Keuangan Malaysia mengatakan, pihaknya mulai menetapkan harga bahan bakar solar untuk menyelaraskannya dengan harga pasar.

"Harga eceran bahan bakar solar akan naik menjadi 3,35 ringgit Malaysia (Rp 11.618,32) per liter mulai tengah malam, di semua pompa bensin di seluruh Semenanjung Malaysia," demikian penjelasan Kementerian Keuangan Malaysia, seperti dikutip Channel News Asia, Minggu (9/6/2024).

Di negara bagian dan wilayah Malaysia yang berada di Kalimantan, harganya tetap 2,15 ringgit Malaysia (Rp 7.456,54). Harga ini juga berlaku untuk kendaraan logistik yang memenuhi syarat di bawah sistem kontrol solar bersubsidi pemerintah.

Harga solar yang lebih rendah juga telah ditetapkan untuk nelayan dan moda transportasi umum darat seperti bus sekolah dan ambulans.

Baca juga : Laka Lantas Tabrak Orang Naik 7 Persen, Motor Sumbang Kecelakaan Terbanyak

Pemerintah akan memberikan BLT kepada individu Malaysia yang memenuhi syarat, yang memiliki kendaraan solar, serta petani kecil untuk mengurangi dampak potensial terhadap pendapatan mereka.

Rawan Penyelundupan

Terlepas dari pemotongan subsidi, harga solar di Malaysia tetap merupakan yang terendah di Asia Tenggara. Di Singapura, solar dibandrol 8,79 ringgit Malaysia (Rp 30.485), Indonesia 4,43 ringgit Malaysia (Rp 15.364), dan Thailand 4,24 ringgit Malaysia (Rp 14.705).

"Situasi ini rawan penyelundupan ke negara tetangga dan penyelewengan di sektor komersial yang tidak memenuhi syarat solar bersubsidi,” kata Menteri Keuangan kedua Malaysia, Amir Hamzah Azizan.

Amir Hamzah meyakini, reformasi subsidi ini akan memperkuat posisi keuangan Malaysia dalam jangka panjang.

Baca juga : Puncak Arus Mudik Di Jalur Nagreg Naik 5 Persen Di H-2 Lebaran

“Yang dilakukan pemerintah Malaysia saat ini adalah memfokuskan kembali subsidi kepada mereka yang berhak. Kami ingin menghentikan kebocoran-kebocoran yang merugikan masyarakat dan negara," paparnya.

"Setiap tahun, Malaysia mengalami kerugian yang sangat besar. Ini berpotensi menghambat kesejahteraan rakyat," imbuh Amir Hamzah.

Untuk periode berikutnya, harga solar di Malaysia akan diumumkan setiap minggu seperti yang telah dilakukan Kementerian Keuangan. Pemerintah setempat akan terus memantau situasi, untuk menghindari ketidakstabilan harga. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.