Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tanam Pohon Kenangan, Kedubes Belarus Peringati 80 Tahun Pembebasan
Kamis, 4 Juli 2024 09:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Para pegawai Kedutaan Besar (Kedubes) Belarus di Jakarta, menanam Pohon Kenangan pada Rabu (3/7/2024) untuk memperingati Hari Kemerdekaan dan peringatan 80 tahun pembebasan Belarus.
Penanaman pohon diikuti Duta Besar (Dubes) Belarus, Raman Ramanouski berfoto bersama para pegawai kedutaan dan tamu, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Indonesia Bersatu masa Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam pernyataannya, Dubes Ramanouski mengatakan, Hari Kemerdekaan Belarus bertepatan dengan tanggal pembebasan ibu kota negara, yaitu kota Minsk, dari penjajah Nazi pada 1944.
"Rakyat Belarus membayar mahal atas kemenangan dalam Perang Patriotik Agung (Great Patriotic War), yang mengakibatkan hilangnya sepertiga dari sepuluh juta penduduk," kata Dubes Belarus lewat keterangan Kedubes Belarus.
Ramanouski mengatakan, tentara Nazi menghancurkan 11 ribu desa di Belarus yang menciptakan lebih dari 260 kamp kematian. Sebanyak 1,4 juta orang dibunuh, termasuk 14 kamp konsentrasi khusus untuk anak di bawah umur.
Baca juga : Kisah Nasabah PNM Mekaar Geluti Hobi Rajut Pembawa Cuan
Atas genosida yang dilakukan Nazi terhadap rakyat Belarus, rakyat melakukan perlawanan. Ada sekitar 400 ribu partisan ikut dalam perang Patriotik Raya, selain satu setengah juta warga Belarus yang bergabung dengan tentara reguler untuk melawan fasisme.
Sebagai pengakuan dalam kontribusinya terhadap kemenangan bersama dalam Perang Dunia II, Belarus menjadi anggota pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1945. Ramanouski mengatakan, Belarus menghargai kisah heroik masa lampaunya yang membebaskan Eropa dari fasisme.
"Sebagaimana yang ditegaskan oleh Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, bagi warga Belarus, kebenaran dan kenangan akan perang lebih kuat dari waktu, dan kebenaran serta kenangan itu tidak mengenal batas," ujarnya.
Meskipun ada upaya tekanan eksternal dan pemaksaan ekonomi oleh Barat, Ekonomi Belarus meningkat sebanyak 3,9 persen pada tahun 2023. Produksi industri dan pertanian tumbuh dengan kecepatan yang stabil.
Belarus secara internasional terkenal dengan pabrik traktor, truk-truk MAZ dan BelAZ serta banyak lagi merek terkenal lainnya. Bahkan Belarus berhasil mengirimkan kosmonot pertamanya, Maryna Vasileuskaya, ke orbit Bumi.
Baca juga : Macan Kemayoran Pertahankan 5 Pemain Asing
Ramanouski menambahkan, Republik Belarus sekarang ini adalah negara merdeka yang berkembang secara dinamis di tengah benua Eropa. Negara ini termasuk dalam kelompok negara -negara dengan pendapatan di atas rata-rata dan negara dengan indeks pembangunan manusia yang sangat tinggi.
Belarus dengan tegas mendukung penyelesaian perselisihan secara damai, mengusulkan untuk mengembangkan piagam keberagaman dan multipolaritas Eurasia di abad ke 21 yang mendefinisikan parameter dan prinsip arsitektur di Eurasia, visi strategis multipolaritas dan multilateralisme.
Kerja Sama RI Belarus
Terkait hubungan dengan Indonesia, Dubes Ramanouski berujar, Belarus dan Indonesia menjalin hubungan persahabatan dan kerja sama yang konstruktif sejak lama. Kedua negara sedang mengembangkan ikatan ekonomi yang saling menguntungkan dan sangat mementingkan menjamin ketahanan pangan.
Negosiasi saat ini sedang berlangsung antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia, di mana Belarus adalah anggota aktifnya, mengenai pembentukan kawasan perdagangan bebas.
Menurut Dubes Belarus, terbentuknya Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia-EAEU FTA)akan membuka kesempatan baru bagi perdagangan dan bisnis, kerja sama industri, pariwisata dan kontak antar masyarakat.
Baca juga : Sekda Jabar Ingatkan ASN Target Percepatan Pembangunan
Selain itu, Warga Negara Indonesia sudah dapat memasuki Republik Belarus tanpa visa untuk jangka waktu hingga 30 hari. Ramanouski mengatakan, ada banyak hal yang bisa dilihat dan ditemukan di Belarus. Ada Belovezhskaya Pushcha hingga kastil Mir dan Nesvizh dan situs-situs unik lainnya yang memiliki makna alam dan budaya, yang termasuk di dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.
"Masakan Belarus yang lezat! Sebaliknya, Indonesia sudah menjadi destinasi wisata yang menarik bagi warga negara Belarus," ujar Ramanouski.
Dubes Belarus juga mengakui, Indonesia memainkan peran penting di kawasan ASEAN. Keterlibatan Republik Belarus dan ASEAN, memiliki potensi besar untuk mendorong perdagangan dan investasi, ketahanan pangan dan kerja sama industri serta pertukaran pendidikan dan budaya.
"Belarus tertarik untuk lebih memperkuat kerja sama komprehensif dengan Indonesia dan ASEAN serta negara-negara anggotanya dalam berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya