Dark/Light Mode

Israel Serang Sekolah Pengungsi Di Gaza, Kemenlu Sampaikan Kecaman

Senin, 8 Juli 2024 11:57 WIB
Ilustrasi. Gedung Kemenlu. (Foto: Kemlu)
Ilustrasi. Gedung Kemenlu. (Foto: Kemlu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi brutal dan biadab Israel kepada warga Palestina terus berlanjut. Pada Sabtu (6/7/2024), negara zionis itu menyerang sekolah al-Jaouni yang berada di kamp pengungsi, Nuseirat, Gaza. Padahal sekolah tersebut dioperasikan oleh UNRWA, badan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina. 

Akibat serangan tersebut, sedikitnya 16 warga Palestina tewas dan melukai 75 lainnya. Anak-anak turut menjadi korban dalam serangan ini.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tak tinggal diam. Kementerian yang dipimpin Retno Marsudi itu langsung menyampaikan kecaman melalui media sosial X, Senin (8/7/2024). Kemenlu meminta DK PBB tak cuma diam melihat aksi biadab Israel. 

Baca juga : Serahkan Dukungan Ke-37 Cakada, Ketua Harian Perindo: Junjung Persatuan

"Apakah seluruh kekejian seperti ini masih belum cukup juga bagi DK PBB dan negara-negara pendukung Israel untuk mengambil tindakan tegas terhadap Israel?" tulis Kemlu dalam pernyataannya di X.

Militer Israel alias IDF berdalih bahwa sekolah itu menjadi tempat persembunyian Hamas, kelompok militan di Palestina. Dalam sebuah pernyataan, IDF mengatakan Hamas beroperasi di bangunan yang terletak di area sekolah.

“Lokasi ini berfungsi sebagai tempat persembunyian dan infrastruktur operasional tempat serangan terhadap pasukan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) yang beroperasi di Jalur Gaza diarahkan dan dilakukan,” tulis pernyataan IDF, dilansir Al Jazeera. 

Baca juga : RK Lebih Potensial Menang Di Jabar, Ketimbang Jakarta

Ada 5 negara yang menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu Amerika Serikat (AS), China, Inggris, Prancis, dan Rusia. Salah satu badan global utama PBB ini memiliki tanggung jawab utama untuk pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional. 

Sebab itu, dunia internasional, termasuk Indonesia, terus mendesak PBB untuk menunaikan tanggung jawabnya. Kekejaman serta pelanggaran hukum internasional terus dilakukan oleh Israel dan korban jiwa sipil terus berjatuhan.

Jumlah korban tewas dilaporkan hampir menyentuh angka 40.000. Kementerian kesehatan Gaza pada 3 Juli menyebut lebih dari 37.900 warga Palestina telah terbunuh dan 87.000 lainnya terluka dalam serangan militer Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.