Dark/Light Mode

KJRI Cape Town Gandeng WEBCOF Promosi Sawit Hingga Peluang Investasi Di IKN

Jumat, 19 Juli 2024 10:25 WIB
Konjen RI Cape Town Tudiono saat mempromosikan produk unggulan dan peluang investasi di Indonesia ke pelaku bisnis di Afrika Selatan, Kamis (18/7). Foto: KJRI Cape Town
Konjen RI Cape Town Tudiono saat mempromosikan produk unggulan dan peluang investasi di Indonesia ke pelaku bisnis di Afrika Selatan, Kamis (18/7). Foto: KJRI Cape Town

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town terus memikat lebih banyak investor dari Afrika Selatan (Afsel) untuk menanamkan modal di Indonesia, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN). Western Cape Business Opportunities Forum (WEBCOF) digandeng KJRI untuk menggelar forum bisnis bertajuk "Doing Business in Indonesia" pada Kamis (17/7).

Forum yang digelar di Artscape Theatre ini menjadi ajang pertemuan antara 31 pengusaha Afsel dari berbagai sektor, termasuk UMKM, dengan perwakilan pemerintah Indonesia. 

Konjen RI Cape Town, Tudiono, memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stabil, yakni di angka 5,1 persen pada 2023 dan 2024. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga ditopang oleh sektor jasa dan manufaktur yang kuat, yakni 2,9 persen dan 1,5 persen.

"Produk unggulan kami antara lain rempah-rempah, kopi, kelapa sawit, dan batik," kata Konjen Tudiono. 

Sekitar 31 pengusaha di Cape Town, Afrika Selatan di berbagai sektor menghadiri forum bisnis yang digelar KJRI Cape Town, Kamis (18/7). Foto: KJRI Cape Town

Baca juga : Debut Diplomat Di Wina, Dari Jari Terjepit Hingga Bersinar Di UNIDO

Ia juga menjelaskan macam-macam batik yang ada di Indonesia. Mulai dari batik kawung, parang, sekar jagad, truntum, ulamsari, dan buketan.

Di Afsel, jelasnya, batik punya nilai historis dan menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dengan Afsel. Di sana, batik lebih dikenal dengan sebutan “Madiba Shirts”. Presiden Afsel Nelson Mandela sangat menggemari batik dan kerap menggunakannya di acara-acara kenegaraan.

Selain batik, Tudiono juga mempromosikan kelapa sawit. Menurutnya, kelapa sawit Indonesia kaya akan karoten, jauh melebihi buah dan sayuran.

"Kelapa sawit memiliki kandungan karoten 300 kali lebih tinggi dibanding tomat, 15 kali kandungan karoten dibanding tomat, 3.750 kali dibanding jeruk dan 1000 kali dibanding pisang," rincinya.

Baca juga : Konjen RI Cape Town Siap Promosikan Proyek Pelabuhan PJU Ke Investor Afsel

Sejauh ini, data Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan Afsel telah mengimpor minyak kelapa sawit Indonesia senilai 383 juta dolar AS pada 2023, dan angka ini diproyeksikan terus meningkat. Produsen di Indonesia juga disebut terbuka dengan skema white label. 

Peluang investasi di Indonesia pun tak kalah menarik. Konjen Tudiono menyoroti proyek perluasan pelabuhan dan pembangunan fasilitas LNG di Probolinggo, yang menawarkan Investment Rate of Return (IRR) yang kompetitif, yakni mencapai 19 persen.

Peluang investasi lain yang dipromosikan Tudiono adalah perkembangan IKN, yang saat ini dalam proses pembangunan. Ia menjelaskan bahwa IKN adalah ibu kota masa depan Indonesia yang mengusung konsep hijau, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang peduli lingkungan. KJRI Cape Town mengundang investor untuk bergabung dalam pembangunan IKN yang berkelanjutan.

BUMN terkemuka seperti PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan BioFarma juga turut diperkenalkan. BioFarma sendiri telah bekerja sama dengan BioVac dan Afrigen di Afsel dalam pengembangan vaksin.

Baca juga : Konjen RI Cape Town Gandeng Banyak Pihak Demi Sukseskan Pasar Rakyat

CEO WEBCOF, Ariefa Parkar, menyambut baik forum ini sebagai jembatan untuk mempererat hubungan bilateral antara kedua negara, terutama membuka kesempatan usaha bagi peserta yang hadir. 

"WEBCOF merupakan forum untuk mendukung pengusaha terutama UMKM, dengan pemanfaatan jaringan kerja yang dimiliki dan berbagi informasi kesempatan usaha dengan berbagai pihak," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.