Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menyaksikan Geliat Kemajuan Negeri Singa Atlas (5)
Berziarah Ke Makam Ibnu Batutah
Jumat, 2 Agustus 2024 07:07 WIB
Sebelumnya
Sebelum ke makam Ibnu Batutah, kami mampir dulu di Grand Socco, atau juga disebut Place du 9 Avril 1947. Sebuah alun-alun bundaran bersejarah, yang memisahkan kota lama dari pembangunan yang lebih baru di pusat Kota Tangier ini. Di sini kami mau nge-teh dulu. Atau nyari ganjelan perut sebelum makan siang.
Socco adalah serapan bahasa Spanyol dari bahasa Arab, souk atau souq. Maksudnya pasar. Grand Socco ini dikelilingi oleh sebuah masjid, beberapa toko, beberapa bank, setengah lusin restoran sederhana dengan area tempat duduk luar ruangan bertenda, beberapa kafe, Cinema Rif, dan apotek.
Pada satu sisi terdapat pintu masuk ke Mendoubia Gardens, sebuah taman besar di dekat Grand Socco. Mendoubia atau Mandubiyya adalah bekas rumah seremonial Mendoub, perwakilan Sultan Maroko di Zona Internasional Tangier dari 1924 hingga 1956. Sementara pintu masuk lainnya mengarah ke Rue de la Kasbah, yang juga dikenal sebagai Rue d'Italie.
Baca juga : Tanger Med, Pelabuhan Raksasa Selemparan Batu Dari Spanyol
Selesai break seperlunya di sebuah “warung” di Grand Socco, kami pun berangkat ke makam. Jaraknya dari sini tak jauh lagi. Hanya sekitar 2,6 km. Namun karena melalui jalanan atau tepatnya gang sempit, jadi harus berjalan kaki. Dan, mendaki pula. Duh!
Meski agak berbukit, ini adalah kawasan pemukiman tua. Juga ada beberapa penginapan kecil di sini. Terlihat turis yang menuntun sepadanya menuruni gang sempit ini.
Sembari mendaki, saya tetap merasa terhibur, dengan membayangkan kehidupan masa lalu di kawasan ini.
Kawasan Grand Socco atau Place du 9 Avril 1947, di Tanger. [ Foto: Muhammad Rusmadi / Rakyat Merdeka & RM.id ]
Baca juga : Dakhla, Surga Nan Sejuk Di Tengah Sahara
Pukul 13:35, tengah hari. Kami tiba di makam. Bangunannya mirip mushalla. Di bagian luarnya terpampang marmer bertulis bahasa Arab, Rihlaaat Ibn Batutah pada bagian kanan. Sementara di kirinya dalam bahasa Prancis; Expeditions d’ Ibn Batouta.
Ya, karena Maroko memang menggunakan dua bahasa ini, selain juga bahasa Amazigh, bahasa utama kawasan Afrika Utara di Maroko dan Aljazair, sebagian di Tunisia, Libya, Mesir, Mauritania, Niger, hingga Mali.
Oya, di tengah kedua tulisan ini ada gambar yang dianggap Ibnu Batutah. Mungkin itu hanya gambar imajinatif saja.
Baca juga : Maroko Punya Super Komputer Tercanggih
Setelah berdoa seperlunya, saya beberapa saat mengamati sekeliling makam. Lalu, juga mengambil gambar.
Sembari menuruni kawasan pemukiman tempat makam Ibnu Batutah ini, untuk kesekian kalinya hati berdecak kagum. Pada sejarah perjalanan yang pernah diukir putra Maghribi ini.
"Semoga Allah melimpahkan rahmat, kasih sayang-Nya untukmu, wahai Ibnu Batutah!" (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya