Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menjelajahi Keindahan Negeri Singa Atlas (9)
Kota Merah Marrakesh, Jamaa al-Fna & UNESCO
Selasa, 6 Agustus 2024 07:07 WIB
Sebelumnya
Tak jelas asal usul nama tempat ini. Tapi dari kalimatnya: jamaa berarti jemaah atau masjid dalam bahasa Arab. Ada yang menilai, mungkin mengacu pada masjid yang hancur di area ini. Sementara el-Fna, artinya hancur, hilang.
Sebuah penjelasan rinci dan didukung oleh sejarawan modern, berasal dari laporan sejarah, bahwa Sultan Dinasti Saadi yang berkuasa, Ahmad al-Mansur (berkuasa antara 1578-1603), pernah membangun masjid untuk shalat Jumat di tengah alun-alun ini.
Namun karena krisis ekonomi, ada yang menduga karena wabah penyakit, sang sultan terpaksa meninggalkan proyek tersebut di tengah jalan. Masjid itu pun tidak selesai hingga jadi reruntuhan.
Reruntuhan temboknya rupanya masih terlihat pada abad ke-19, sesuai dengan lokasi "Souk Jdid" ("pasar baru" di sebelah utara kios-kios makanan). Dengan demikian, "Jamaa al-Fna'" seolah-olah mengacu pada tempat "masjid yang hancur".
Baca juga : Kota Kembar Jakarta Bernama Casablanca
Nama Jamaa al-Fna muncul untuk pertama kalinya dalam catatan sejarah abad ke-17 oleh sejarawan Afrika Barat, Abderrahman as-Sa'idi. Dia mengklaim, nama itu maksudnya untuk masjid yang belum selesai dibangun, lalu ditinggalkan. Akhirnya, lokasi masjid ini kemudian dikenal sebagai "Masjid yang hancur/musnah".
Uniknya, bahkan ini tak kalah penting, Jamaa al-Fna ini diakui sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa!
Gagasan proyek UNESCO ini, berasal dari mereka yang peduli dengan Jamaa el Fna. Soalnya, tempat ini dikenal sebagai pusat kegiatan tradisional yang aktif oleh para pendongeng, musisi dan pemain, namun sempat terancam oleh tekanan pembangunan ekonomi.
Dari tepi jalan menuju Alun-alun Jemaa el-Fnaa berjejer kereta kuda, yang siap membawa para pengunjung berkeliling. [Foto: Muhammad Rusmadi/Rakyat Merdeka & RM.id]
Demi memperjuangkan perlindungan tradisi, para penduduk menyerukan tindakan di tingkat internasional, untuk mengakui perlunya perlindungan terhadap tempat-tempat seperti itu -yang disebut "ruang budaya" - dan bentuk-bentuk ekspresi budaya populer dan tradisional lainnya.
Baca juga : Masjid Hassan II Casablanca Di Tepi Atlantik
Akhirnya, UNESCO mendorong masyarakat untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, melindungi, mempromosikan, dan merevitalisasi warisan tersebut. Label UNESCO bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya warisan lisan dan takbenda, sebagai komponen penting keanekaragaman budaya.
Pukul 21:20, kami tiba di Jamaa al-Fna. Luar biasa ramainya. Dari tepi jalan ada kereta kuda berderet rapih, siap mengantar para turis berkeliling. Kudanya kuda besar seperti yang buat pacuan itu. Bukan kuda delman seperti yang biasa di Indonesia.
Suasananya terasa eksotis. Dilatari menara Masjid Koutobia menjulang di seberang jalan sana, alun-alun ini diterangi lentera atmosferik, memberikan tekstur pada ratusan kios di bawahnya.
Berbagai hiburan menyambut pengunjung. Mulai musisi tradisional, juru ramal, pendongeng (dalam bahasa Arab atau Prancis tentunya), atraksi ular kobra oleh sang pawang, dan, ini yang paling banyak, jajanan kaki lima kuliner khas Maroko yang lezat menggoda!
Baca juga : Cape Spartel, Pemandangan Selat Gibraltar Yang Menakjubkan
Ragam keramaian ini menyatu menjadi suara hiruk pikuk. Ini masih ditambah ratusan gerobak jajanan street food yang bersusun rapi, dengam menu khas Maroko. Lengkap, dengan kepulan asapnya menggoda selera. Kami pun duduk di salah satu street food. Sambil memilih-milih menu, bersebelahan dengan dua turis Spanyol. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya