Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menjelajahi Keindahan Negeri Singa Atlas (12)
Kota Fes, Mekkahnya Maroko & Athenanya Afrika
Jumat, 9 Agustus 2024 07:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka -
Laporan Muhammad Rusmadi dari Maroko
Pada 11-21 Juli 2024, diinisiasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko (PPIM), delegasi tujuh wartawan Indonesia melakukan liputan ke Kerajaan Maroko, termasuk wartawan Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi, untuk melihat langsung geliat kemajuan dan menjelajahi keindahan Kerajaan Singa Atlas ini. Berikut laporannya:
Sehari singgah di Kota Fes (kadang ditulis Fez atau Fas), terasa tak cukup waktu menyusuri keindahan dan berlimpahnya sejarah kota tua ini. Terlalu banyak tempat bersejarah yang mestinya layak didatangi.
Baca juga : Presiden Al-Qarawiyyin Kenang Ikut Sambut Soekarno
Kami tiba di Fes Selasa sore, 16 Juli 2024, pukul 19:00, yang saat itu masih terang karena musim panas. Setelah masuk hotel dan memasukkan tas, pukul 20:00-an kami melihat-lihat suasana kota hingga gelap, sekitar pukul 22:00. Meski lelah belum hilang, tapi terobati setelah menikmati keindahan bagian kota tua ini.
Rabu esoknya, pukul 14:30, kami sudah harus meninggalkan Fes, menuju Ibu Kota Maroko, Rabat. Selain mengunjungi bagian kota tua yang bersejarah, tujuan utama kami di Fes ini adalah mengunjungi Universitas Al-Qarawiyyin, yang didirikan pada tahun 857, dan dianggap sebagai lembaga pendidikan tinggi tertua di dunia, yang masih beroperasi hingga sekarang.
Fes adalah kota terbesar ketiga di Maroko, sekaligus ibukota wilayah administrasi Fes-Meknes. Karena sejarahnya ini pula, Kota Fes masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO, dan dianggap sebagai kawasan pejalan kaki tertua di dunia.
Tempat Penyamakan Chouara (Syuwarah) di kota ini (didirikan abad ke-11 M), juga merupakan salah satu tempat penyamakan tertua di dunia.
Baca juga : Al-Qarawiyyin, Dari Masjid Jadi Kampus Tertua Dunia
Tak cuma itu, kota ini juga dianggap sebagai pusat keagamaan dan kebudayaan Maroko saat ini, hingga dijuluki "Mekkah dari Maghreb" dan "Athena dari Afrika".
Kini, Fes berstatus ibukota wilayah dan merupakan salah satu kota terpenting di Maroko. Fes juga menjadi tujuan pariwisata penting, karena warisan sejarahnya.
Kota yang didirikan pada masa Dinasti Idrisiyah pada abad ke 8 atau 9 M ini, awalnya terdiri dari dua pemukiman yang mandiri dan saling bersaing. Gelombang perpindahan penduduk dari Ifriqiyah (sekarang Tunisia) dan Al-Andalus (Spanyol dan Portugal) memperbesar kota ini dan membawa budaya Arab.
Setelah jatuhnya Dinastri Idrisiyah, berbagai kerajaan datang dan pergi di kota ini, hingga pada abad ke-11 M, Sultan Yusuf bin Tasyfin dari Dinasti Murabithun, menyatukan dua pemukiman awal ini menjadi Fes el-Bali. Pada masa Murabithun, Fes mulai dikenal sebagai pusat ilmu agama dan perdagangan.
Baca juga : Kota Merah Marrakesh, Jamaa al-Fna & UNESCO
Fes mencapai puncak kejayaannya pada masa Dinasti Mariniyah (abad 13-15 M), dan kembali dijadikan ibu kota kerajaan. Pada masa ini, berbagai madrasah dan masjid besar didirikan; banyak bangunan-bangunan ini masih berdiri hingga sekarang, dan sebagian yang lain telah dipulihkan kembali.
Bangunan-bangunan ini termasuk ciri khas langgam arsitektur Andalusia maupun Maghreb/Maroko. Pada 1276, Sultan Mariniyah Abu Yusuf Yaqub mendirikan Distrik Fes Jdid, yang menjadi pusat pemerintahan dan tempat berdirinya Darul Makhzen (Istana Kerajaan) dan kelak Taman el-Mosara.
Pada masa ini juga, kaum Yahudi di kota ini berkembang dan sebuah Mellah (Distrik Yahudi) didirikan di bagian selatan Fes Jdid. Setelah jatuhnya Kesultanan Mariniyah, Fes mengalami kemunduran dan pengaruhnya di bidang politik dan kebudayaan disaingi oleh Marrakesh. Fes kembali menjadi ibu kota saat berdirinya Dinasti Alawi di Maroko, hingga 1912.
Saat ini, kota Fes terdiri dari dua kota tua (madinatul qadimah), yaitu Fes el-Bali dan Fes Jdid, dan bagian modern yang lebih luas, yang didirikan pada masa kolonial Prancis, disebut Ville Nouvelle (Kota Baru). (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya