Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
KBRI Amman Capai Zero-Shelter Perlindungan PMI di Akhir 2019
Minggu, 1 Desember 2019 06:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebagai perwakilan ‘citizen service’ dalam melaksanakan fungsi perlindungan dan bantuan hukum kepada Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB), Jumat (29 /11), KBRI Amman, memfasilitasi pemulangan satu orang PMI yang merupakan penghuni terakhir di Shelter Griya Singgah KBRI Amman.
Dalam pemulangan ini, Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania merangkap Palestina, Andy Rachmianto menyempatkan melepas keberangkatan Eel (31 tahun, PMI asal Cianjur), dari Shelter Griya Singgah KBRI Amman, dengan didampingi Atase Ketenagakerjaan Suseno Hadi. Dengan telah diselesaikannya masalah Eel, Shelter Griya Singgah KBRI Amman sudah tidak ada lagi WNI/PMI yang ditampung di sana.
Sebagaimana disampaikan Dubes Andy bahwa keadaan ‘zero shelter’ di Shelter KBRI Amman ini adalah capaian kedua setelah 2 bulan sebelumnya juga sempat kosong.
Baca juga : Ini Capaian Pemerintah di Sektor Perhubungan Laut 5 Tahun Terakhir
“Kami mentargetkan tahun 2019 ini, masalah-masalah yang dihadapi para pekerja migran yang berada dishelter dapat diselesaikan,” keterangan Dubes Andy.
Sebagai bentuk kehadiran negara dalam pelayanan WNI/BHI, KBRI Amman selain melakukan upaya mediasi kasus dan pendampingan kepulangan, juga melakukan kunjungan penjara kasus-kasus kriminal maupun kasus-kasus pelanggaran imigrasi secara rutin.
Capaian yang diraih Satgas Perlindungan WNI/PMI sejak 2017 hingga akhir tahun 2019 ini cukup baik. Dalam kurun waktu tersebut telah berhasil membantu proses mediasi dan pemulangan sebanyak 682 orang PMI dan 16 orang anak-anaknya. Jumlah hak-hak ketenagakerjaan yang berhasil diperjuangan baik melalui proses pengadilan maupun mediasi sebesar Rp 12.279.089.086.
Baca juga : CIMB Niaga Syariah Literasi Keuangan Syariah di Aceh
“Kosongnya shelter Griya Singgah ini bukan berarti berhentinya upaya KBRI dalam membantu penyelesaian kasus-kasus dari para WNI/PMI yang masih ada. Kami akan selalu hadir dalam melindungi WNI yang masih ada di Yordania,” kata Dubes Andy.
Atase Tenaga Kerja KBRI Amman, Suseno Hadi menambahkan bahwa upaya pemulangan melalui mediasi untuk penyelesaian hak-hak ketenagakerjaan merupakan upaya yang dikedepankan dalam penyelesaian kasus-kasus PMI, dibanding melalui jalur pengadilan. Bila upaya penyelesaian tidak ditemukan kesepakatan, maka proses penyelesaiannya dilimpahkan ke pengadilan.
Berdasarkan data Menteri Perburuhan Yordania, jumlah PMI yang tercatat adalah 2.805 orang, dan hanya sekitar 400-an orang yang tercatat memiliki ijin kerja yang sah, sisanya sekitar 1.000-an masuk dalam kategori tidak berdokumen. Sejak diberlakukannya Kepmenaker Nomor 260 Tahun 2015 Tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI Pada Pengguna Perseorangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah, pengiriman TKI sudah tidak dilakukan lagi, namun masalah-masalah yang tersisa masih dihadapi.
Baca juga : Kemhan Kaji Sistem Pertahanan Ibukota Baru
Dubes Andy menyampaikan, negara akan hadir dalam perlindungan warganya di Yordania, dan terus mendorong penyelesaikan masalah yang dihadapi WNI/PMI, termasuk mencari peluang kerjasama antara Indonesia dan Yordania dalam peningkatan kualitas tenaga kerja sektor formal.
“Diperkirakan dengan kosongnya shelter Griya Singgah tahun ini, setidaknya telah menjadi sejarah capaian upaya perlindungan WNI termasuk PMI di KBRI Amman, dan Kami akan terus memperjuangkan hak-hak dan melindungi WNI/PMI yang masih ada,” tutupnya. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya