Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Sedikitnya 76 orang dilaporkan tewas akibat bom mobil di sebuah pos pemeriksaan keamanan, yang terletak di perempatan sibuk di ibu kota Somalia, Mogadishu, Sabtu (28/12) pagi.
"Sejauh ini, kami sudah menerima 73 jenazah. Jumlah ini masih mungkin bertambah," ungkap Direktur Madina Hospital, Dr Mohamed Yusuf kepada AP, Sabtu (28/12).
Baca juga : PSSI Minta PSN Ngada Hormati Keputusan Pandis
Sampai saat ini, belum ada pihak yang mengklaim sebagai pelaku bom mobil tersebut. Namun, serangan di Mogadishu kerap dikaitkan dengan kelompok ekstrimis Al Shabab - bagian dari jaringan Al Qaeda -, sejak 10 tahun lalu.
Meski telah dibubarkan pada tahun 2011, Al Shabab masih punya pengaruh di Somalia.
Baca juga : Sabtu, Tol Trans Jawa Terapkan Sistem Satu Arah
Sakariye Abdulkadir, saksi mata yang melihat dari dekat kejadian itu mengungkapkan, kejadian itu tak ubahnya seperti pembantaian. "Yang saya lihat, potongan-potongan tubuh tersebar. Sebagian bahkan sudah gosong, tak bisa dikenali," tuturnya.
Sementara itu, seorang Anggota Parlemen Somalia Mohamed Abdirizak mengatakan, jumlah korban jiwa dalam insiden ini mencapai 90 orang. Namun, hal itu belum dapat terkonfirmasi.
Baca juga : Jokowi Disanjung, Jokowi Tersanjung
"Semoga Allah merahmati para korban serangan biadab ini," kata mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan Somalia itu.
Sekadar catatan, awal bulan ini, lima orang tewas dalam serangan Al Shabab di sebuah hotel di Mogadishu, yang populer di kalangan politikus, diplomat, dan pejabat militer. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya