Dark/Light Mode

Adopsi Proposal Rekonstruksi Yang Diajukan Mesir

Arab Cs Tolak Warga Jalur Gaza Direlokasi

Kamis, 6 Maret 2025 04:25 WIB
Menteri Luar Negeri Palestina Mohammed Mustafa di Cairo, Mesir. (Foto Arab News)
Menteri Luar Negeri Palestina Mohammed Mustafa di Cairo, Mesir. (Foto Arab News)

 Sebelumnya 
Komite itu juga akan bertanggung jawab atas pengawasan bantuan kemanusiaan dan mengelola urusan Jalur Gaza untuk periode sementara, sebagai persiapan kembalinya Otoritas Palestina (PA).

Hamas yang telah memerintah di Gaza sejak 2007 dalam sebuah pernyataan menyetujui proposal komite Mesir. Hamas setuju tidak akan mengajukan kandidat ke komite yang diusulkan Mesir. Namun harus memberikan persetujuan terhadap tugas, anggota dan agenda komite yang akan bekerja di bawah pengawasan Otoritas Palestina.

Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty pada Selasa (4/3/2025) malam mengatakan, nama tokoh yang berpartisipasi dalam komite telah ditentukan.

Baca juga : Kerja Jadi Terapis Spa Dan LC Karaoke, 4 Warga Negara China Dideportasi

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang memimpin Otoritas Palestina (PA), juga setuju dengan ide Mesir dan mendesak Trump mendukung proposal yang tidak akan memindahkan warga Palestina.

Abbas siap menggelar Pemilihan Presiden dan parlemen jika situasi memungkinkan. Dia mengatakan, PA adalah satu-satunya Pemerintah dan kekuatan militer yang sah di wilayah Palestina. Terkait Pemilihan Presiden dan parlemen, Hamas telah menyetujuinya.

Sementara, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Brian Hughes menyesalkan langkah negara-negara Arab yang jalan sendiri untuk memperbaiki Palestina.

Baca juga : Pangan Subsidi Lenyap, Warga Curiga Dibeli Calo

“Proposal mereka tidak didasari fakta lapangan. Tanah itu (Palestina) sudah tidak layak huni dan harus dirombak ulang,” ujar Hughes, yang menegaskan relokasi warga Gaza hanya bersifat sementara.

Dia mengatakan, Presiden Trump tetap teguh dengan visinya membangun Gaza yang bebas dari Hamas.

“Kami siap berdialog dengan semua pihak yang ingin membangun kembali Palestina,” tegas Hughes dikutip Anadolu, Rabu (5/3/2025)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.