Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Adopsi Proposal Rekonstruksi Yang Diajukan Mesir
Arab Cs Tolak Warga Jalur Gaza Direlokasi
Kamis, 6 Maret 2025 04:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Para pemimpin negara Arab sepakat mengadopsi proposal pembangunan kembali (rekonstruksi) Jalur Gaza, Palestina, yang diajukan Mesir. Langkah ini untuk melawan rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin mencaplok wilayah Gaza dan merelokasi warganya.
Dilansir Reuters, Rabu (5/3/2025), biaya perbaikan Gaza setelah perang yang berlangsung nyaris tiga tahun itu diperkirakan menyentuh angka 53 miliar dolar AS atau sekitar Rp 866 triliun.
Baca juga : Kerja Jadi Terapis Spa Dan LC Karaoke, 4 Warga Negara China Dideportasi
Atas adaposi itu, Gedung Putih langsung bereaksi. Mereka mengatakan, proposal yang diadopsi oleh Arab Cs itu tidak membahas realita di Gaza. Trump akan tetap dengan usulannya, menjadikan Gaza lokasi wisata.
Rencana Trump memindahkan warga Palestina dan mengambil alih Gaza ditentang masyarakat global. Proposal Trump ini juga dikritik berbagai pihak yang dianggap menggemakan ketakutan lama warga Palestina akan terusir permanen dari rumah mereka.
Baca juga : Pangan Subsidi Lenyap, Warga Curiga Dibeli Calo
Sementara, adopsi proposal negara-negara Arab dilakukan di Ibu Kota Mesir, Cairo, Selasa (4/3/2025). Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi usai pengumuman adopsi, menyinggung ide Trump menguasai Gaza.
Dia mengatakan, Trump mengklaim diri dapat mencapai perdamaian karena Jalur Gaza sudah hancur akibat kekerasan militer Israel.
Baca juga : Nasib Proposal Investasi Apple Diputuskan Menperin Besok!
Sisi menjelaskan, saat ini pertanyaan penting yang harus dijawab terkait masa depan Gaza adalah siapa yang akan memerintah di sana dan negara mana yang akan mengeluarkan miliaran dolar yang dibutuhkan untuk rekonstruksi.
Menurut Sisi, Mesir telah bekerja bersama Palestina untuk pembentukan komite administrasi, terdiri dari teknokrat Palestina yang profesional dan independen, yang diberi tugas untuk memerintah Gaza setelah berakhirnya perang Israel-Gaza.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya