Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Telepon Putin & Zelensky
Trump Terus Berjuang Akurin Rusia & Ukraina
Jumat, 21 Maret 2025 04:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus berjuang mendamaikan Ukraina dan Rusia. Teranyar, upaya yang dilakukan pengusaha properti itu dengan melobi langsung penguasa kedua negeri itu, Vladimir Putin dan Volodymyr
Zelensky.
Trump berbicara dengan Putin dan Zelensky melalui sambungan telepon secara terpisah. Menurut Trump, keduanya sepakat menghentikan serangan.
Trump menelepon Putin selama dua jam pada Selasa malam waktu setempat (18/3/2025). Sedangkan dengan Zelensky selama satu jam, pada Rabu petang waktu setempat (19/3/2025).
“Baru saja menyelesaikan pembicaraan yang positif dengan Preisden Zelensky. Diskusi ini didasarkan pada hasil dialog saya dengan Presiden Putin sehari sebelumnya. Keduanya sepakat untuk mencari jalan damai,” tulis Trump di akun media sosial miliknya Truth Social, Rabu (19/3/2025).
Baca juga : Trump-Zelensky Ribut, Rusia Girang
Trump dan Putin menghasilkan kesepakatan bahwa Rusia setuju melakukan gencatan senjata selama 30 hari dan tidak menyerang infrastruktur milik Ukraina.
Diberitakan New York Times, Kamis (20/3/2025), Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyampaikan sejumlah hasil diskusi Trump dengan Zelensky dan Putin.
“Mereka sepakat untuk berbagi informasi di lokasi perang. Presiden Zelensky meminta tambahan pertahanan udara dari AS dan Presiden Trump setuju untuk mencari titik tengah antara Rusia dengan Eropa,” terang Rubio dan Waltz dalam pernyataan bersama, Rabu (19/3/2025).
Keduanya menyebut bahwa Trump menyarankan Ukraina untuk menyerahkan kepemilikan fasilitas pembangkit energi tenaga nuklir mereka kepada AS.
“Memberikan kepemilikan pembangkit nuklir kepada AS adalah jaminan keamanan terbaik yang bisa Ukraina dapatkan demi menjamin ketersediaan energi Ukraina,” sambung pernyataan tersebut.
Baca juga : Zelensky Tetap Presiden Selama Perang Sama Rusia
Sementara itu, Zelensky mengaku, dia berdialog dengan baik bersama Trump. Dia berterima kasih atas awal yang baik menuju perdamaian di Ukraina.
Dia mengatakan, penghentian serangan pada fasilitas energi Ukraina adalah tanda keinginan tulus dari Rusia untuk mengakhiri perang ini dan membawa perdamaian lebih dekat.
Pembicaraan Zelensky dan Trump pada Rabu (29/3/2025), dilakukan pasca adu mulut keduanya di Gedung Putih, Washington DC, pada 28 Februari 2025.
Trump berulang kali mengatakan keyakinannya bahwa Putin menginginkan perdamaian. Dalam beberapa hari terakhir, menurut Trump, Rusia telah meraih kemajuan di medan pertempuran dengan mengepung sekitar 2.500 tentara Ukraina. Dia ingin menyelesaikan pengepungan tersebut sehingga bisa dibebaskan.
“Seperti Anda ketahui, mereka mengepung sekitar 2.500 prajurit. Ini tidak bagus. Kita ingin menyelesaikannya,” ujar Trump dikutip dari Reuters, Rabu (19/3/2025).
Baca juga : Telepon Putin, Xi Jinping Tegaskan China-Rusia Tetangga Yang Tak Terpisahkan
Dalam pembicaraannya dengan Putin, Trump juga menyampaikan harapan untuk memperbaiki hubungan antar-negara. Sementara itu Kremlin menyampaikan bahwa Putin langsung memerintahkan militernya untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi. Ukraina sebelumnya juga dilaporkan telah menyetujui gencatan senjata untuk target energi.
Kedua pemimpin sepakat pembicaraan gencatan senjata lebih luas akan digelar di Timur Tengah dalam waktu dekat. Namun, Kremlin menyebutkan, syarat utama agar gencatan senjata tercapai adalah AS dan negara Barat harus menghentikan bantuan militer dan intelijen terhadap Ukraina.
Trump mengatakan, Zelensky dan Putin sepakat melakukan pertukaran tahanan. Masing-masing membebaskan 175 tentara dalam kesepakatan yang juga difasilitasi Uni Emirat Arab.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya