Dark/Light Mode

Soal Kenaikan Tarif Impor

Prabowo Hati-hati Hadapi Kebijakan Trump

Senin, 7 April 2025 08:05 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Kuala Lumpur, Malaysia pada Minggu (6/4/2025). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Kuala Lumpur, Malaysia pada Minggu (6/4/2025). (Foto: BPMI Setpres)

 Sebelumnya 
Di saat yang sama, Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menahan diri dan tidak memberikan komentar terkait kebijakan tarif impor Trump. Arahan tersebut disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Dalam instruksi pertamanya, Prabowo meminta seluruh pejabat untuk tetap cermat dalam mengambil keputusan demi menjaga stabilitas dalam negeri. “Sebagai bagian dari komunitas internasional, Indonesia—meski tidak secara langsung—pasti akan terdampak oleh situasi ini. Tugas kita sebagai pemimpin adalah bersikap hati-hati agar situasi dalam negeri tetap kondusif,” ujar Prasetyo, Minggu (6/4/2025).

Prasetyo menambahkan, arahan berikutnya dari Prabowo adalah agar seluruh jajaran pemerintah tidak memberikan komentar apa pun terkait kebijakan tarif baru yang diterapkan AS. Ia menjelaskan, tanggapan resmi pemerintah nantinya akan disampaikan hanya oleh tiga menteri terkait, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca juga : Presiden Beberin Data-data Ekonomi

“Menko Perekonomian, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Keuangan dipersilakan menyampaikan komentar sesuai porsinya, dengan tujuan utama menjaga stabilitas dan situasi tetap kondusif, khususnya di bidang ekonomi dalam negeri,” tuntasnya.

Di tempat terpisah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar Rapat Koordinasi Terbatas Lanjutan secara virtual pada Minggu (6/4/2025). Dalam rapat ini, Airlangga menyampaikan pemerintah terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Selain itu, komunikasi aktif juga dijalin dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), Kamar Dagang AS, serta negara mitra lainnya, untuk merumuskan langkah strategis yang tepat dalam menghadapi kebijakan tarif resiprokal tersebut.

“Koordinasi ini dilakukan agar setiap kebijakan yang diambil mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh dan tetap selaras dengan kepentingan nasional,” ujar Airlangga.

Baca juga : Nurzaman: Sudah Terjadi Depresiasi Rupiah

Pemerintah memastikan, Indonesia tidak akan mengambil langkah retaliasi atau menyiapkan pembalasan atas kebijakan tarif tersebut. Indonesia memilih menempuh jalur diplomasi dan negosiasi, untuk mencari solusi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

“Kita dikenakan waktu yang sangat singkat, yaitu 9 April. Kita diminta untuk merespons. Untuk itu, Indonesia menyiapkan rencana aksi dengan memperhatikan beberapa hal, termasuk impor dan investasi dari Amerika Serikat,” paparnya.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) meminta masyarakat tidak panik menyikapi kebijakan Trump. JK menilai, kebijakan tarif yang dikeluarkan Trump lebih bernuansa politis karena diberlakukan berdasarkan negara, bukan pada komoditas tertentu seperti biasanya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.