Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Virus Korona Makin Menyebar, Wali Kota Wuhan Didesak Mundur
Kamis, 23 Januari 2020 12:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang kini sedang di ujung tanduk. Ia didesak mundur, karena dianggap tak mampu menangani penyebaran coronavirus atau virus Korona, yang kini mendunia.
Dalam wawancaranya dengan stasiun TV pemerintah pada Selasa (22/1), Zhou mengatakan, peringatan pemerintah tak cukup memerangi wabah virus Korona.
Sepanjang sesi wawancara tersebut, Zhou juga diserang karena lamban bertindak mengatasi kasus ini.
Baca juga : Liverpool Vs Wolverhampton, Si Merah Hanya Bisa Ditaklukkan Blunder
Seandainya info yang tepat tentang penyakit tersebut dibagikan lebih awal, dan pemerintah tidak membiarkan pertemuan massa di tengah endemik penyakit, mungkin kondisinya tidak akan separah ini.
Asal tahu saja, saat ini virus Korona yang diketahui berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China telah menginfeksi 582 orang, dan merenggut 17 nyawa.
"Dari perspektif pemahaman situasi yang berkelanjutan, hanya pada saat inilah semua orang menyadari, bahwa virus itu sangat berbahaya," kata Zhou, yang menjabat Wali Kota Wuhan sejak September 2018, seperti dilansir South China Morning Post, Kamis (23/1).
Baca juga : Kalau di Jepang, Menkumham dan Ketua KPK Sudah Mundur
"Jika kita tahu sejak awal bahwa itu berbahaya, maka kita akan menemukan metode kontrol dan pencegahan yang efektif. Tapi masalahnya, kadang kita tidak menyadari beratnya masalah itu sejak awal," kilah Zhou.
Cuplikan video wawancara yang diposting di media sosial China itu pun memantik amarah netizen.
Mereka menuding Zhou telah melalaikan tugasnya, dan meminta pria berusia 57 tahun itu untuk segera mundur.
Baca juga : Meski Telat, Pemkot Wuhan Larang Warganya Bepergian
Perbedaan pendapat jarang terjadi di China. Terutama karena dalam beberapa tahun belakangan ini, Beijing telah mengarahkan masyarakat sipil untuk memastikan netizen bersikap sesuai garis pemerintah.
Namun, lain halnya dengan kasus Zhou. Seorang blogger berpengikut 6,8 juta orang menulis, jika masih memiliki martabat, Zhou sebaiknya mundur secara sukarela.
"Zhou telah mengabaikan upaya pencegahan dan pengendalian wabah penyakit," ujar netizen. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya