Dark/Light Mode

Kritik Erdogan, Gulen Bawa-bawa Kejatuhan Hitler dan Stalin

Kamis, 30 Januari 2020 01:51 WIB
Fethullah Gulen (Foto: Istimewa)
Fethullah Gulen (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tokoh oposisi Turki, Fethullah Gulen, terus mengkritik dan menyumpahi Presiden Recep Tayyip Erdogan. Gulen menyebut, pemerintahan Erdogan akan berakhir buruk. Kata dia, dengan membatasi kebebasan berpendapat warganya, Erdogan akan jatuh seperti Adolf Hitler atau Josep Stalin di Rusia.   

"Akhir dari semua tiran narsis sudah selesai, seperti Hitler atau Stalin. Erdogan akan mengalami nasib yang sama," ujar Gulen seperti dikutip media utama Jerman, Die Welt, Minggu (26/1).          

Baca juga : Yuk Kenali Aritmia, Gangguan Kelainan Irama Jantung

Ulama berusia 78 tahun ini lantas menuding kebijakan Erdogan didasari atas kecemburuan, kebencian, dan balas dendam. "Bahkan orang-orang yang namanya sama dengan keluarga saya dipenjarakan," ujarnya, menjawab pertanyaan wartawan Alain Jourdain, yang menanyakan “Mengapa Erdogan sangat membencinya, padahal Gulen pernah menjadi sekutunya."        

Gulen juga mengkritik keras kebijakan Timur Tengah yang saat ini diambil Ankara. Menurutnya, apa yang dilakukan Erdoga untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin baru dunia Islam, namun itu dinilai akan gagal karena kontradiktif.  "Dia ingin mencitrakan diri untuk menjadi pemimpin baru dunia Muslim. Tetapi dia akan gagal karena politiknya yang kontradiktif. Misalnya, dia mendukung perkembangan yang menciptakan konflik di antara Muslim Sunni Timur Tengah di Libya," sambungnya.   

Baca juga : Istana dan Anies Saling Tunjuk

Gulen juga menerangkan adanya perbedaan cara pandang dunia antara dirinya dengan Erdogan. Misalnya, terkait masalah Kurdi, ketika mantan Presiden Turgut Ozal menjadi perdana menteri, ia menyelesaikan sebagian masalah ini dengan memasukkan orang Kurdi, sosial demokrat, dan menteri dari berbagai sektor politik.  "Saya pikir lebih banyak kebebasan harus diberikan dan bahwa pembebasan orang Kurdi di sekolah adalah benar. Ini membutuhkan kondisi yang lebih terkelola. Jika suatu hari nanti akan ada reformasi, saya akan menyarankan mengambil Konstitusi AS, yang memberi warga lebih banyak kebebasan," lanjutnya.  

Kebijakan Turki di Suriah juga mendapat dikritiknya. Dukungan Turki atas konflik di Suriah, telah menyebabkan ribuan orang kehilangan nyawa dan jutaan lainnya mengungsi dari kediamannya. "Salah satu mantan menterinya bertanya kepada saya apa jalan keluar dari krisis Suriah. Saya mengatakan bahwa kesepakatan harus dicapai untuk mencapai demokrasi langkah demi langkah," tuturnya.       

Baca juga : Konflik Natuna, TNI AD Siap Kawal Kebijakan Pemerintah

Gulen menilai, Erdogan telah mengambil peran negatif karena mendukung kelompok-kelompok tertentu. Dengan kondisi seperti itu, sambungnya, Erdogan tak akan dapat mengambil posisi dalam upaya untuk menjadi pemimpin komunitas Islam di dunia.         

"Karenanya, ia akan semakin tenggelam dalam kontradiksinya sendiri. Seperti dalam kasus Hitler dan Stalin, semua tiran narsis berakhir dengan buruk. Pemerintahan mereka menghasilkan kemarahan. Dia akan menjalani nasib yang sama dengan mereka," katanya. [KW]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.