Dark/Light Mode

Gagal Berantas Virus Corona

Sekretaris Partai Komunis Hubei Dicopot, Diganti Sekutu Dekat Presiden Xi

Kamis, 13 Februari 2020 15:08 WIB
Wali Kota Shanghai Ying Yong, yang kini menjabat Sekretaris Partai Komunis Hubei (Foto: Net)
Wali Kota Shanghai Ying Yong, yang kini menjabat Sekretaris Partai Komunis Hubei (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Partai Komunis Hubei, Jiang Chaoliang akhirnya dicopot karena dinilai gagal menekan laju virus Corona (Covid-19).

Posisinya digantikan oleh Wali Kota Shanghai Ying Yong (61), yang merupakan sekutu dekat Presiden China Xi Jinping.

Secara global, virus Covid-19 yang memulai penyebaran dari ibu kota Hubei, Wuhan kini telah merenggut 1.363 nyawa dan menginfeksi 60.106 orang di sedikitnya 24 negara di dunia.

Jumlah pasien yang berhasil disembuhkan, baru mencapai 5.576 orang. Mayoritas kasus terjadi di China, tepatnya di Hubei.

Baca juga : KBRI Imbau WNI di Singapura Untuk Beraktivitas Normal

Sama seperti Jiang, Ketua Partai Komunis Wuhan Ma Guoqiang (56) juga dilengserkan. Dia akan digantikan oleh Wang Zhonglin (57), Sekretaris Partai Komunis dari Ibu Kota Provinsi Shandong, Jinan.

"Dikirimnya Ying Yong dan Wang Zhonglin ke Hubei, menunjukkan niat baik pemerintah untuk memperbaiki kondisi di sana. Memberi jawaban pada semua orang. Para kader di Hubei, benar-benar mengecewakan," kata sumber yang dikenal dekat dengan kalangan Pemprov Hubei, seperti dilansir South Morning Post dari Xinhua, Kamis (13/2).

"Wabah itu sangat merugikan partai. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban," imbuhnya.

Sebelum dua bos Partai Komunis ini dicopot, dua pejabat tinggi di Komisi Kesehatan Hubei sudah lebih dulu didepak pada Selasa (11/2).

Baca juga : Gagal Tekan Laju New Coronavirus, Deputi Sekretaris Partai Komunis Wuhan Minta Maaf

Mereka adalah Zhang Jin, Sekretaris Partai Komunis Komisi Kesehatan Hubei Zhang Jin, dan Liu Yingzi, Direktur Komisi Kesehatan Hubei Liu Yingzi.

Perombakan besar-besar ini dilakukan, sesuai amanat Xi. Pada Rabu (12/2), Xi menegaskan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mengendalikan wabah Covid-19. Negara harus fokus kembali pada urusan bisnis.

Xi tak ingin, ambisinya mengentaskan kemiskinan di China kandas oleh wabah virus tersebut.

Tokoh kelas berat lainnya, Chen Yixin, telah diterbangkan ke Hubei pekan lalu. Pejabat Tinggi Lembaga Penguatan Hukum Partai - Komisi Politik dan Hukum Pusat - itu ditugaskan khusus menangani wabah Covid-19 di Hubei.

Baca juga : Belum Tuntas Virus Corona Wuhan, China Kini Dipusingkan Virus Flu Burung

Sebelum virus tersebut menyebar luas, dokter di Hubei sudah mengirimkan peringatan dini. Namun, diabaikan oleh otoritas setempat.

Beberapa dokter bahkan menerima hukuman dari polisi, karena dianggap menyebarkan rumor lewat media sosial.

Salah satu dokter yang menjadi whistle-blower, Li Wenliang, meninggal dunia pada 7 Februari lalu karena terinfeksi Covid-19.

Meninggalnya Li kontan memicu amarah warga China. Publik menilai, tindakan polisi terhadap pelapor, melanggar perlindungan kebebasan berbicara. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.