Dark/Light Mode

Pulangkan 238 WNI dari Wuhan

Retno Marsudi Nggak Tidur 2 Hari 2 Malam

Rabu, 19 Februari 2020 14:48 WIB
Pemutaran video tentang proses evakuasi WNI mulai dari Provinsi Hubei sampai pemulangan Sabtu lalu (15/2). (Nanda Prananda/RM)
Pemutaran video tentang proses evakuasi WNI mulai dari Provinsi Hubei sampai pemulangan Sabtu lalu (15/2). (Nanda Prananda/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan apresiasinya terhadap Tim Aju dan Tim Evakuasi yang bekerja memulangkan 238 WNI yang berada di Wuhan, China. Menlu juga berterima kasih kepada warga Pulau Natuna, yang telah menerima para WNI ini selama masa observasi 14 hari.

Retno pun sempat bercerita saat mengawal proses evakuasi 238 WNI dari Wuhan, China. Retno mengaku tidak bisa tidur selama dua hari dua malam demi kembalinya WNI ke Tanah Air.

“Paling tidak, waktu itu 2 malam berturut-turut itu hampir tidak tidur,” ujar Retno saat mengawali kisahnya di Kantin Diplomasi, Kemlu, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, kemarin.

Satu hari sebelum dilakukan evakuasi, Jumat (31/1), Retno selalu menjalin komunikasi dengan KBRI Beijing yang sudah berada di Wuhan. Setiap pergerakan tim selalu dipantau Retno. Dia mendapatkan kabar saat tim pendahulu sudah bertemu dengan WNI di Wuhan. Retno meminta agar berkomunikasi dengan WNI tersebut.

Baca juga : 18 Kru Batik Air Diberi Penghargaan

“Pada saat pertemuan pertama dengan teman-teman yang ada di Kota Wuhan saya tanya, ‘Posisi di mana?’ ‘Saya dengan teman- teman, Bu’. Boleh nggak saya bicara dengan teman-teman?’,” tutur Retno.

Melalui sambungan telepon, Retno berkomunikasi dengan WNI yang hendak dievakuasi. Retno memberikan semangat kepada mereka agar bisa kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.

“Jadi kemudian saya telepon dengan teman-teman untuk mem-push semangat, karena mereka harus semangatnya tinggi. Mereka harus, kalau semangatnya tinggi insya Allah mereka juga sehat untuk dilakukan evakuasi,” katanya.

Saat pesawat diberangkatkan dari Wuhan, Retno terus memantau pergerakan WNI itu. Dia terus mengontak petugas bandara apakah pesawat yang mengevakuasi 238 WNI itu sudah mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau. “Belum lagi keesokan harinya pesawat ini saya juga pantau. Sampai di mana, mendarat dan sebagainya sampai kepada pergerakan setiap titik. Saya ingat waktu pergerakan pertama dari LZ (landing zone) paling pagi pukul 09.00 WIB pagi. Kita kontak, LZ sudah jalan belum? Sudah dan sebagainya,” katanya.

Baca juga : Tito: Tolong Terima Mereka Ya...!

“Jadi itu serunya pada saat kita sedang proses evakuasi. Sekali lagi kekompakan kita. Komunikasi di antara kita betul-betul sangat intensif untuk persiapan dan pelaksanaan evakuasi,” jelas Retno.

Sementara, perwakilan dari Tim Aju dan Tim Evakuasi, Arianto Suroyo juga berterima kasih dan mengucap syukur atas kepercayaan pemerintah karena telah mengemban misi penyelamatan dari epicentrum wabah Corona di China.

“Kami merasa haru dan bangga untuk menjalankan misi kemanusiaan ini. Kami bangga negara Indonesia benar-benar hadir dalam menjalankan pengamanan kepada WNI,” katanya.

Kemlu, sambung Arianto, juga telah memantau dan mengawal serta memberikan semangat kepada para WNI yang saat itu sedang dievakuasi. Bahkan di saat observasi, Menlu juga terus memberi perhatian yang mendorong semangat dalam menuntaskan misi ini.

Baca juga : Pengiriman Barang dari dan ke China Masih Normal, Hewan Hidup Disetop

Diketahui, para WNI berhasil dievakuasi dari Provinsi Hubei di China pada 2 Februari lalu, dan langsung menjalankan proses observasi atau semacam karantina di Pulau Natuna selama 14 hari. Tim evakuasi baru memulangkan para WNI kembali ke keluarganya pada Sabtu, 15 Februari. [NDA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.