Dark/Light Mode

USGS Perkirakan Korban Tewas Tembus 10.000

Presiden Venezuela Umumkan Status Darurat Nasional Pasca Gempa M7,2 dan M7,5

Kamis, 25 Juni 2026 09:57 WIB
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez (Foto: IG)
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez (Foto: IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez mengumumkan status darurat nasional, setelah negaranya diguncang dua gempa bumi kuat berturut-turut - masing-masing bermagnitudo 7,2 dan 7,5- pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 20 gempa susulan.

"Ini merupakan peristiwa dengan konsekuensi yang sangat serius. Wilayah yang terdampak secara khusus antara lain ibu kota Caracas. Guncangan dirasakan di berbagai distrik," ujar Rodriguez.

Sebagai bentuk respons cepat terhadap musibah ini, Rodriguez telah mengaktifkan seluruh jaringan kesehatan publik dan swasta, terutama di wilayah yang paling terdampak, untuk memberikan perawatan kepada para korban.

Baca juga : Napi Kuasai Penjara, 8 Polisi Tewas: Presiden Guatemala Umumkan Darurat Nasional

"Saat ini merupakan masa yang sangat sulit bagi rakyat kami, terutama bagi mereka yang telah kehilangan anggota keluarga. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," tutur Rodriguez.

Terkait hal tersebut, Rodriguez meminta kerja sama penuh dari masyarakat. Warga yang bangunannya mengalami kerusakan berat, harus segera dievakuasi.

Sistem perlindungan sipil dan sistem tanggap darurat nasional telah dikerahkan sepenuhnya. Kami sedang melakukan evaluasi terhadap potensi kerusakan dan kerugian pada infrastruktur.

Baca juga : Dinkes Bangkalan Madura Tetapkan Status Darurat, 548 Anak Kena Campak 1 Wafat

"Prioritas utama kami adalah menyelamatkan nyawa masyarakat. Sejak kedua gempa tersebut terjadi, seluruh otoritas negara dan sistem perlindungan sipil langsung dikerahkan untuk menjalankan operasi pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung hingga saat ini," papar Rodriguez. 

"Setelah itu, kami akan menangani pemulihan infrastruktur serta gangguan pada layanan publik," imbuhnya.

Rodriguez menjelaskan, di wilayah yang terdampak kerusakan bangunan dan longsoran, pihaknya telah memutus sementara pasokan gas rumah tangga sebagai langkah pencegahan.

Baca juga : Suhu 40C Di Depan Mata, Inggris Tetapkan Status Darurat Nasional Panas Ekstrem

Di La Guaira dan Caracas terjadi gangguan listrik. Namun, sebagian besar layanan publik di tingkat nasional masih tetap beroperasi.

Untuk mempermudah proses pemulihan, layanan operasional sistem metro dan kereta api dihentikan sementara. Kegiatan belajar-mengajar selama sisa pekan ini dan aktivitas non-esensial juga dihentikan sementara.

Melansir BBC, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan terdapat peluang jumlah korban tewas melebihi 10.000 orang mencapai 44 persen. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.