Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Penerapan kembali ganjil genap di jalanan Jakarta di tengah pandemi corona belum reda menimbulkan kontroversi. Banyak yang khawatir penggunaan angkutan umum akan menambah penularan corona. Pasalnya tidak semua angkutan umum aman dari corona.
Polemik ini dibahas dalam “Ngopi Pagi”, kemarin. Program diskusi virtual Rakyat Merdeka yang tayang setiap pukul 8 pagi itu, menghadirkan Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno. “Bapak mungkin bisa memberi pandangan,”kata Direktur Rakyat Merdeka Kiki Iswara ketika membuka obrolan. Selain Kiki, ada 2 wartawan senior lain yang ikut menjadi teman Ngopi Pagi: Ratna Susilowati dan Budi Rahman Hakim.
Baca juga : Kadin: Tingkat Konsumsi dan Daya Beli Harus Dijaga
Djoko memaklumi, jika banyak pihak menolak ganjil genap. Sebab kebijakan ini memaksa masyarakat yang sebelumnya menggunakan mobil pribadi beralih ke angkutan umum. Sementara saat ini, tidak semua angkutan umum bisa dipastikan aman dari penularan corona. “Seluruh dunia saat ini khawatir menggunakan kendaraan umum,” katanya.
Meskipun, lanjut Djoko, ada sejumlah angkutan umum di Jakarta yang sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. KRL misalnya. Akan tetapi, kapasitasnya terbatas.Jika sebelum pandemi, KRL mampu mengangkut hingga 1,1 juta orang perhari. Sekarang, karena harus mengikuti protokol kesehatan, jumlahnya harus dikurangi.“Karena 1 gerbong itu sekarang maksimal 74orang. Dari biasanya bisa 200 orang,” terangnya.
Baca juga : Istri Pemeran Thor Selamat Dari Banjir
Padahal, sebut Djoko,di Jabodetabek ada 88juta pergerakan perjalanan dalam sehari yang harus diakomodir.Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) ini menyadari, posisi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dilematis. Sebab, selain kekhawatiran publik akan penularan corona di angkutan umum, Anies juga harus mengurangi kemacetan akibat meningkatnya pengguna mobil pribadi belakangan ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya