Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sepakbola Korsel Sarang Nepotisme
- Susul Jannik Sinner, Zverev Kantongi Tiket ATP Finals
- War Ticket Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka Diperpanjang 8-9 Agustus
- Borneo FC Makin Kompak, Juan Villa Beberkan Rahasia Persiapan Tim
- Antar Persebaya Juara Piala Presiden, Reza Arya Fokus Bidik Super League
Setelah Zohran Mamdani, Kini Abdul El-Sayed
Politisi Muslim Guncang Panggung Politik Amerika
Sabtu, 8 Agustus 2026 07:30 WIB
Sebelumnya
Kemenangan El-Sayed mendapat sambutan dari Zohran Mamdani, politisi Demokrat yang kini menjabat Wali Kota New York. Mamdani menilai kemenangan tersebut menunjukkan efektivitas gagasan progresif dan kampanye yang mengandalkan kekuatan komunitas.
"Memenangkan persaingan ini sebagai seseorang yang tidak sedang memegang jabatan publik adalah bukti dari gagasan yang ia usung serta caranya menjalankan kampanye," puji Mamdani dalam konferensi pers, dikutip DWS News, Kamis (6/8/2026).
Diketahui, kemenangan di primary belum otomatis mengantarkan El-Sayed ke Senat AS. Ia masih harus menghadapi kandidat Partai Republik Mike Rogers dalam pemilihan paruh waktu November nanti.
Baca juga : Geledah Kota Bengkulu, KPK Selidiki Suap Pengelolaan Limbah
"Saya pikir slogan 'Get money out of politics, put money in pockets, pass Medicare for All' adalah pesan yang bahkan warga New York pun bisa pahami," katanya.
Namun, perjalanan El-Sayed menuju Senat dipastikan tidak mudah. Partai Republik mulai melancarkan serangan politik dengan melabelinya sebagai figur ekstremis berbahaya.
Serangan paling keras datang dari Presiden AS Donald Trump. Trump menuding El-Sayed sebagai pembenci Yahudi dan Israel, bahkan mengaitkannya dengan simpatisan kelompok jihad.
Baca juga : Mirah Sumirat: Tujuannya Daya Beli Pekerja Tidak Turun
Kaukus Senat Partai Republik juga ikut menyerang kemenangan tersebut.
"El-Sayed, aliansi komunis dan kelompok Islamis sedang mengambil alih Partai Demokrat," tulis komentar Kaukus Senat Partai Republik, dilansir AFP.
Trump bahkan mempertanyakan hasil jajak pendapat yang sebelumnya memperkirakan kemenangan kandidat progresif tersebut.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Aturan Upah Harus Lindungi Pekerja Dan Dukung Pengusaha
"Hasil survei salah lagi tadi malam, ketika mereka mengira itu akan menjadi kemenangan telak bagi seorang pembenci Yahudi dan pembenci Israel," ujar Trump, dikutip Al Jazeera English, Kamis (6/8/2026). [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya