Dark/Light Mode

Jalani Puasa Saat Covid-19 di Yordania

KBRI Amman Bagikan 600 Paket Sembako Untuk WNI

Rabu, 29 April 2020 13:06 WIB
Tim KBRI Amman membagikan bantuan medis dan sembako di Yordania. (Foto KBRI Amman)
Tim KBRI Amman membagikan bantuan medis dan sembako di Yordania. (Foto KBRI Amman)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyebaran dan penanganan pandemi Covid-19 di Yordania telah memasuki minggu ke delapan. Sejauh ini relatif terkendali dengan jumlah kasus infeksi positif mencapai 450 orang dan tujuh orang meninggal dunia. Namun situasi kedaruratan masih belum dicabut. Pembatasan wilayah dan pergerakan masih diterapkan. Tapi ada kelonggaran selama Ramadhan.

"Menghadapi bulan puasa Ramadhan, sejumlah pelonggaran telah diambil, khususnya di sektor ekonomi," pernyataan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman, Yordania.

Satgas Covid-19 KBRI Amman menyerahkan paket sembako ke WNI di Yordania. 

Baca juga : Peduli Warga di Sekitar Kantor, Pertamina Bagikan Paket Sembako di Makassar

KBRI Amman mencatat, lebih dari 500 WNI masih mengalami situasi kedaruratan. Mulai dari pekerja migran harian yang tidak lagi berpenghasilan hingga mahasiswa yang bermasalah karena kiriman uang bulanan tertunda.

Untuk membantu beban sosial dan ekonomi yang dihadapi WNI tersebut, KBRI Amman kembali menyiapkan sekitar 600 paket bantuan medis dan sembako. Paket bantuan untuk tahap kedua ini melanjutkan distribusi tahap pertama yang telah dilakukan pada akhir Maret lalu.

Baca juga : Politisi Demokrat Bramantyo Suwondo Sebar 1.000 Paket Sembako

Menjelang dan di awal bulan puasa, bantuan tahap kedua ini telah disebar ke sejumlah simpul WNI di berbagai kota dan wilayah, yaitu Amman, Irbid, Mu’tah dan Aqaba. Satgas Pandemi Covid-19 KBRI Amman secara bergiliran mendatangi tempat konsentrasi para WNI, bekerja sama dengan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) dan para koordinator pekerja migran.

Ganti caption ini ...

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, di tengah pandemi Covid-19 ini kegiatan perwakilan RI difokuskan untuk membantu dan melindungi WNI,” terang Dubes RI untuk Yordania Andy Rachmianto.

Baca juga : Peduli Warga di Sekitar Kantor, Pertamina Bagikan 400 Paket Sembako di Makassar

Seperti diumumkan Kementerian Agama dan Waqaf Yordania, selama bulan suci Ramadhan kegiatan beribadah yang mengumpulkan warga secara berjamaah tetap dilarang. Untuk tetap dapat menjalankan ibadah puasa secara khidmat dalam suasana kesederhanaan, sejumlah kegiatan secara online tetap diadakan. Mulai dari kuliah dan pengajian Ramadhan, lomba MTQ hingga lomba da’wah telah disiapkan.

"Di tengah suasana lockdown dan pembatasan sosial, mesin diplomasi harus tetap bekerja secara kreatif, khususnya dalam melayani dan melindungi WNI, dengan memanfaatkan jaringan elektronik dan digital,” tandas Andy. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.