Dark/Light Mode

Klub Malam Dibuka, Korsel Terancam Gelombang Ke-2 Corona

Selasa, 12 Mei 2020 05:05 WIB
Suasana lingkungan multikultural Seoul yang biasanya ramai di Itaewon, tampak sepi pada Sabtu (9/5). (Foto AFP)
Suasana lingkungan multikultural Seoul yang biasanya ramai di Itaewon, tampak sepi pada Sabtu (9/5). (Foto AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Korea Selatan kelimpungan mengumpulkan semua orang yang sebelumnya berkumpul di klub malam di Seoul. Para pengunjung klub malam ini merupakan kluster baru Covid-19 yang terdeteksi pihak kesehatan Korsel.

Kini, semua pengunjung klub yang terletak di kawasan Itaewon, Seoul, tersebut tengah ‘diburu’ agar bisa segera ditanggulangi secara me­dis. Otoritas terkait juga melacak semua orang yang berhubungan dengan para pengunjung klub malam demi menekan jumlah penularan virus corona di ibu kota padat penduduk tersebut.

Korsel sebelumnya mendapat pujian atas langkah pemerintah­nya yang dinilai sigap menekan jumlah penularan wabah corona. Namun, Negeri Ginseng itu kini terancam gelombang kedua penularan Covid­-19. Pejabat Seoul melaporkan ada 35 infeksi baru, tengah malam Minggu (10/5). Ini merupakan hari kedua pemerintah setempat menemu­ kan kasus baru di Seoul. Dan menjadi kasus terbanyak yang terjadi dalam sebulan.

Baca juga : Tidak Mudik, Kesadaran Moral Perangi Corona

Sebagian besar kasus baru berasal dari sebuah klub malam di Seoul dan beberapa bar. Mereka yang dinyatakan positif corona diketahui merupakan anggota kelompok lesbian, gay, bisek­ sual, dan transgender (LGBT). Otoritas setempat tengah ke­ limpungan melacak semua orang yang melakukan kontak dengan para pasien positif baru. Pasalnya, kelompok LGBT masih dinilai negatif dan mereka yang ketahuan menjadi anggota ke­mungkinan akan mendapat stig­ma negatif dari masyarakat dan bisa saja kehilangan pekerjaan.

Petugas medis sudah men­jalankan tes kepada 4.000 orang yang bekerja di sekitar pusat hiburan malam itu. Masih ada sekitar 3.000an orang lagi yang harus menjalani tes karena di­ duga melakukan kontak dengan mereka yang ketahuan positif.

“Prioritas utama adalah me­minimalisir penyebaran infeksi virus ke kawasan Seoul dan sekitarnya,” jelas Perdana Men­teri Korsel Chung Sye-kyun di hadapan wartawan, seperti dikutip Reuters,kemarin.

Baca juga : Smesco: UMKM Olahan Makanan Paling Terdampak Corona

Chung meminta pejabat setempat bekerja sama dengan polisi untuk menemukan mereka yang berada di sekitar pusat hiburan malam. “Kita harus cepat menemukan mereka dan menguji agar kita bisa menekan jumlah infeksi. Kuncinya adalah kecepatan,” jelas Chung.

Pejabat Kementerian Kesehatan Korsel Yoon Tae-ho mengimbau komunitas LGBT Korsel yang hadir di klub malam di Seoul untuk berani menyerahkan diri untuk menjalani tes. Yoon juga meminta agar pihak lain tidak sembarangan membuka informasi mengenai data pribadi pasien yang menjalani tes.

Sejauh ini, ada 79 orang dinyatakan positif terkait kluster Itaewon. Walikota Seoul Park Won­soon meminta semua warga Seoul yang merasa pernah ke Itae­ won dalam waktu sepekan tera­khir, menjalani tes kesehatan. Mereka yang sengaja menghindar dari uji medis akan didenda.

Baca juga : Hari Kartini, Sri Mul Puji Petugas Medis Di Garis Terdepan Melawan Corona

“Kalau Seoul bisa terinfeksi, maka negara kita bisa terancam,” ingat Park yang menjelaskan sejauh ini Seoul mencatat 700 kasus positif dari total 10.909 kasus positif secara nasional. Dari 700 positif di Seoul, 256 di antaranya meninggal dunia.

Lonjakan kasus gelombang kedua muncul tepat saat pemerintah Korea Selatan melonggarkan kebijakan pembatasan jarak sosial dan membuka kembali sekolah serta bisnis sepenuhnya. Namun adanya 79 kasus baru dalam 48 jam membuat situasi kembali mengkhawatirkan. Pengawas pendidikan Seoul mengusulkan penundaan pembukaan kembali sekolah-sekolah yang dijadwalkan akan dimulai pada Rabu (13/5).[DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.