Dark/Light Mode

Venezuela Rayakan Kedatangan Tanker BBM Iran

Selasa, 26 Mei 2020 17:21 WIB
Kru kapal tanker Iran melambaikan bendera setelah merapat di pelabuhan Venezuela. (Foto AFP)
Kru kapal tanker Iran melambaikan bendera setelah merapat di pelabuhan Venezuela. (Foto AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapal tanker bermuatan bahan bakar minyak (BBM) dari Iran masuk perairan Venezuela pada Minggu (24/5). Kedatangan kapal bernama Fortune itu dirayakan dengan meriah.

Personel kapal Fortune melambai-lambaikan bendera Iran. Sementara kru pelabuhan melambaikan bendera Venezuela. Ada juga yang menabuh genderang dan terompet. Kru kapal Fortune disambut bak pahlawan.

Tentu saja, keberangkatan tanker dari Iran menuju Venezuela ini sudah dikritik keras Amerika Serikat. Iran dan Venezuela juga diancam AS dengan sanksi ekonomi. Namun, kedua negara ini tidak peduli.

Baca Juga : Deddy Sitorus: New Normal Upaya Selamatkan Warga dan Negara

Lima kapal tanker Iran berisi BBM dengan total 1,53 juta barel bensin dan alkylate diberangkatkan ke Venezuela. Setelah Fortune tiba, kapal bernama Forest akan menyusul. Tiga tanker lainnya juga mengekor di belakang Forest.

"Terima kasih Iran!" ujar Presiden Venezuela Nicolas Maduro lewat akun Twitter-nya Minggu (24/5), dilansir New York Post, Senin (25/5).

"Hanya saudara dari negara bebas yang bisa membantu kita," ujar Maduro.

Baca Juga : Komisi VI DPR: Selamatkan Garuda, Pemegang Saham Harus Tambah Modal

Menteri Perminyakan Iran Tareck El Aissami mengatakan ini menjadi simbol dari penentuan nasib sendiri oleh rakyat Venezuela dan Iran.

"Kami terus berjalan dan Menang!" tulis El Aissami di media sosialnya. Sebelumnya, El Aissami berbagi foto di Twitter soal tanker bernama "Fortune" yang yang tiba di kilang El Palito di pantai barat laut Venezuela. Pengiriman ini dibutuhkan karena bensin semakin langka di Venezuela.

Kelangkaan BBM berbuntut pada perselisihan diplomatik antara AS, Iran, dan Venezuela. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus mengatakan, pemerintahan Maduro telah melakulan tindakan ilegal atas pembelian BBM.

Baca Juga : Kementan: Brahman Sejahtera, Kisah Sukses Percontohan Korporasi Peternakan

"Pemerintahan Maduro sudah seperti organisasi kriminal yang mengumpulkan emas secara ilegal untuk membeli bahan bakar ke Iran. Venezuela perlu segera melakukan pemilu presiden untuk memilih presiden dan memperbaiki perekonomiannya," ujar Ortagus dikutip Reuters, Selasa (26/5).

Iran dan Venezuela sudah memiliki hubungan dekat sejak mendiang mantan presiden Venezuela Hugo Chavez berkuasa pada 1999.

Venezuela sebenarnya memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Tetapi produksi menjadi anjlok di bawah rezim Maduro. Ekspor minyak mereka juga dihambat sanksi dari AS. Ini membuat Venezuela kehilangan pendapatan vitalnya. [DAY]