Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Kuwait di Indonesia mengadakan resepsi Hari Nasional ke-58 dan Hari Pembebasan Negara Kuwait ke-28 di Hotel Ritz Carlton, Jumat malam (22/2). Nuansa khas Timur Tengah terasa kental. Duta Besar Kuwait untuk In- donesia Abdul Wahab Abdullah Abdulkarim Al-Saqar beserta para staf kedutaan kompak mengena- kan pakaian khas Timur Tengah. Para pria mengenakan dishdasha dan wanita mengenakan daraa’.
Saat para tamu memasuki aula acara, mereka disambut ukiran es berbentuk masjid agung Kuwait. “Malam ini kita merayakan tiga momen sekaligus. Hari Nasional, Hari Pembebasan Kuwait dan 50 tahun hubungan bilateral Kuwait dan Indonesia,” terang Dubes al- Saqar dalam pidato sambutannya.
Dubes al-Saqar menyampaikan, negaranya masih ingin mendalami sejumlah kerja sama dengan Indonesia, terutama sektor pendidikan, perdagangan, ekonomi dan telekomunikasi.
“Kami juga ingin menambah jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Kuwait,” katanya. Dubes al-Saqar menambahkan, Pemerintah Kuwait juga meresmikan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al-Wafa di Cileungsi, Mekarsari Bogor, Sabtu (23/2). Sekolah bantuan dari para donatur Kuwait.
Baca juga : Dubes Pakistan Galakkan Kerja Sama Pendidikan
“Kami berharap rakyat Indonesia mendapatkan manfaat dari kontribusi kemanusiaan ini untuk mencapai pendidikan berkualitas yang diinginkan sebagai investasi manusia untuk mengangkat tinggi nama Islam dan Muslim,” ujarnya.
“Kuwait akan terus menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan kemanusiaan ke Indonesia,” janjinya.
Nilai bantuan kemanusiaan Kuwait mencapai 250 juta dolar AS, sementara volume investasi perminyakan lebih dari dua miliar dolar AS. Untuk produk komoditi Indonesia. Kata Dubes al-Saqar, warganya pencinta dan konsumen setia kopi produksi Indonesia.
“Produk makanan Indonesia, khususnya kopi, merupakan primadona di Kuwait. Kami suka kopi Indonesia yang memiliki banyak karakteristik khas,” pujinya.
Baca juga : Akademi Kepolisian Segera Buka Pendaftaran
Bukti kecintaan Kuwait, bisa dilihat dari sajian kopi khas Kuwait dengan menggunakan biji kopi Indonesia, saat resepsi.
Pada kesempatan itu, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, menegaskan, Kuwait menjadi mitra penting bagi Indonesia dan dibuktikan kedua kedua negara saling memberikan dukungan menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
“Selama lebih dari 50 tahun terakhir, Indonesia dan Kuwait telah menikmati hubungan yang sangat erat, bahkan sebelum kemerdekaan kedua negara, “ kata Arcandra.
Kuwait adalah anggota DK PBB periode 2018-2019, sementara Indonesia juga terpilih untuk periode 2019-2020, salah satunya berkat dukungan Kuwait.
Baca juga : Masih Ada Pengunjung Mau Daftar Layanan Bolt!
“Di bidang perdagangan, Kuwait adalah rekanan penting dan Indonesia adalah salah satu neg- ara pengimpor minyak dari Kuwait. Masih banyak ruang untuk mengembangkan kerja sama per- dagangan dan kami yakin bahwa kualitas barang ekspor Indonesia sudah memenuhi standar untuk pasar Kuwait seperti minyak goreng, furnitur, suku cabang, bahan bangunan dan sebagainya,” pungkas Arcandra.[DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya