Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jepang Bersiap Ganti Perdana Menteri

Shinzo Abe: Banyak Masalah Yang Belum Saya Selesaikan

Selasa, 1 September 2020 05:53 WIB
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. (Foto : Bostonglobe)
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. (Foto : Bostonglobe)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemilihan Perdana Menteri (PM) Jepang untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Shinzo Abe rencananya digelar 17 September nanti. Rencana itu disusun Partai berkuasa saat ini, Partai Liberal Demokrat (LDP).

Setelah PM Abe mengundurkan diri karena alasan kesehatannya yang menurun, Partai Liberal Demokrat memulai persiapan pemilihan siapa pemimpin Jepang berikutnya.

Dewan Umum Partai Liberal Demokrat rencananya akan melakukan pertemuan, Selasa (1/9), untuk memutuskan bagaimana dan kapan persisnya proses pemilihan PM Jepang yang baru dilakukan.

Abe, yang mundur karena alasan kesehatan, mengaku menyesal harus mundur di tengah masalah dalam negeri dan tantangan di tengah krisis Covid-19 saat ini.

Berita Terkait : Menteri Kominfo Bakal Ngantor Di Widya Chandra

“Begitu banyak kebijakan dan masalah yang belum saya selesaikan. Namun, kita tidak bisa mengambil keputusan jika itu diambil di saat kita sedang sakit,” ujar Abe dikutip jaringan media Jepang, Nikkei, kemarin.

“Saya sudah tidak lagi punya kemampuan sebagai perdana menteri yang sudah diamanahkan untuk saya,” sambungnya.

Abe akan tetap menjabat sebagai PM sampai nama penggantinya diputuskan dalam voting dua pekan lagi. Sejumlah nama disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Abe.

Di antarnya, eks Menteri Pertahanan Jepang Shigeru Ishiba, Menhan Jepang Taro Kono hingga Kepala Sekretaris Negara Yoshihide Suga. Untuk jajak pendapat ke warga umum, Ishiba mendapat dukungan besar sebanyak 34 persen, berdasarkan survei Nikkei.

Berita Terkait : Ketahuan Langgar Aturan Karantina, Menteri Malaysia Serahin 4 Bulan Gaji

Namun, untuk dukungan anggota partai politik, Suga jauh lebih unggul. Akhir pekan lalu, Sekjen Partai Liberal Demokrat Toshihiro Nikai menyatakan, dia ingin mendukung Suga sebagai Ketua Partai Liberal Demokrat, yang juga Perdana Menteri Jepang.

Hal yang sama juga disampaikan seorang politikus senior dari Fraksi Hosoda. Memenangkan dukungan dari fraksi-fraksi di Partai Liberal Demokrat adalah hal penting bagi Suga untuk memenangkan kursi Perdana Menteri Jepang.

Takeo Kawamura, tokoh politik dari Fraksi Nikai mengatakan, setelah pertemuan dengan pejabat senior, Minggu (30/8), muncul dukungan kuat terhadap Suga yang dinilai bisa melanjutkan Pemerintahan Jepang saat ini.

Dukungan terhadap Suga juga sudah meluas di kalangan Fraksi Takeshita. Sedangkan anggota parlemen Jepang yang tidak berafiliasi dengan fraksi apa pun, melakukan pertemuan kemarin untuk menegaskan dukungan mereka kepada Suga.

Berita Terkait : Zulhas Masih Sayang Amien

Para calon Perdana Menteri Jepang dijadwalkan mengumumkan pencalonan mereka awal September. Survei yang dilakukan Nikkei/TV Tokyo sepanjang akhir pekan lalu memperlihatkan, Ishiba unggul dengan dukungan 20 persen dari para responden.

Ishiba pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan Jepang. Setelah Ishiba, posisi berikutnya diikuti oleh Kono dengan 15 persen dukungan suara dan Menteri Lingkungan Jepang, Shinjiro Koizumi dengan 14 persen dukungan.

Dalam survei itu secara mengejutkan Suga hanya mendapat dukungan 11 persen dari para responden dan 6 persen dukungan untuk mantan Menteri Luar Negeri Jepang, Fumio Kishida. [DAY]