Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pilpres AS
Joe Biden Berjuang Ambil Hati Pemilih Hispanik
Selasa, 15 September 2020 21:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden berjuang dapat mengumpulkan dukungan pemilih Hispanik di negara bagian Florida. Dalam jajak pendapat NBC News/Marist, Biden kalah bersaing empat poin dengan rivalnya, Donald Trump dari kubu Republik.
Biden hanya punya waktu 50 hari lagi untuk mengambil hati pemilih Hispanik. Kelompok minoritas terbesar di Negeri Paman Sam itu. Sebab, mantan wakil presiden era Barrack Obama itu digambarkan sebagai sosok sosialis.
Pemikiran demikian membahayakan posisi Biden. Apalagi dalam pemilu presiden 2016, Trump berhasil menang dari Hillary Clinton di Florida dengan selisih 1,2 persen poin suara. Selisih kecil ini membuat Trump melenggang ke Gedung Putih.
"Jelas sekali ada dukungan dan bantuan besar-besaran di sini, khususnya untuk keturunan Amerika-Kuba," ujar Senator Demokrat keturunan Amerika-Kolombia Annette Taddeo.
Baca juga : Trump Kalahkan Joe Biden di Bursa Judi Online Eropa
"Para pendukung Republik melakukan banyak hal untuk mempertahankan dukungan," lanjutnya. Salah satu mengangkat isu mengenai Biden sosok sosialis. Padahal realitasnya, Biden seorang moderat.
Dalam kampanye Republik bulan lalu, pebisnis Florida yang kelahiran Kuba, Maximo Alvarez, menyamakan agenda politik Biden dengan agenda politik Fidel Castro yang seorang komunis. Berita dan isu menyimpang mengenai Biden banyak beredar di media sosial dalam bentuk video dan teks.
"Kita mendapati ada banyak informasi menyimpang yang menyebut Biden seorang komunis. Semua isu ini jelas membawa dampak buruk, dan hasilnya bisa terlihat," ujar panitia kampanye Demokrat Evelyn Perez-Verdia, keturunan Amerika-Kolombia.
Ana Hernandez (63), seorang imigran asal Kuba, mengatakan kalau dia tidak akan mendukung Biden karena dia dan Demokrat memiliki pemahaman terlalu "kiri."
Baca juga : Pencapresan Bukan Ajang Cari Perhatian
"Saya lebih memilih menjalani hidup yang seperti sekarang ini daripada harus kembali ke kehidupan komunis," ujar Hernandez.
Warga Hispanik di Florida merupakan minoritas terbesar di AS. Ada total 20 persen warga keturunan Hispanik di Florida. Jika Biden bisa mendapatkan 29 suara pemilih elektoral, dia bakal mudah mendapatkan kursi di White House.
Sejauh ini, belum ada capres Republik yang kalah di negara bagian ini. Dukungan warga latin kepada Biden turun drastis sejak Agustus. Biden kini hanya didukung 9 persen warga Hispanik. Angka ini turun dari Juli lalu yang masih berada di angka 30 persen.
Para panitia kampanye Biden, menurut Taddeo, disarankan untuk lebih mendekati warga Latin dengan membuat iklan bilingual, yaitu bahasa Inggris dan Spanyol. Serta memperkerjakan warga Latin sebagai staf khusus tim kampanye Florida juga dinilai sebagai langkah tepat untuk mengetahui apa yang diperlukan untuk mengambil hati pemilih.
Baca juga : Joe Biden: Jungkalkan Trump Cukup dari Rumah Saja
Sebelumnya, jelang berkampanye di Tampa dan Kissimmee, dua kota dengan populasi warga Puerto Rico yang cukup besar, Biden berjanji bakal melakukan segala cara untuk mendapat dukungan warga.
"Saya akan bekerja super keras untuk pastikan bisa mendapat setiap dukungan warga Latin dan Hispanik," ujar Biden.
Biden bahkan sudah mengantungi sumbangan dari Michael. Bloomberg sebesar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,5 triliun untuk berkampanye di Florida.
Anggota kampanye Biden untuk urusan keuangan, Felice Gorordo mengatakan, Biden harus fokus mengumpulkan dukungan pemilih muda Kuba. Mereka lebih melihat bagaimana pemerintah mengatasi masalah Covid-19. "Ambil hati mereka," saran Gorordo dikutip Reuters. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya