Dark/Light Mode

Ilmuannya Dibunuh Secara Keji dan Brutal

Kedubes Iran: Kami Akan Respons pada Waktu Yang Tepat

Kamis, 3 Desember 2020 12:09 WIB
Prof. Mohsen Fakhrizadeh [Foto: IRNA]
Prof. Mohsen Fakhrizadeh [Foto: IRNA]

 Sebelumnya 
Selama beberapa tahun terakhir, ujar pernyataan itu, beberapa ilmuwan Iran dan pahlawan nasional Iran telah menjadi sasaran dan dibunuh dalam berbagai serangan teroris. Iran memiliki bukti yang kuat dan jelas yang menunjukkan, pusat-pusat asing tertentu berada di balik pembunuhan-pembunuhan tersebut.

Pembunuhan baru-baru ini terhadap ilmuwan nuklir senior Iran juga memiliki ciri dan cara yang sama, dengan tindakan pengecut lainnya yang biasanya dilakukan oleh rezim teroris Israel. Rezim itu telah membunuh sejumlah besar elit ilmiah di Iran dan di seluruh kawasan.

Baca juga : WNI Di Swedia dan Latvia Kenalan Dengan Dubes Baru Kamapradipta Isnomo

Hal ini dinilai sebagai sebuah konspirasi jahat yang telah dirancang rezim Zionis Israel, yang merupakan satu-satunya pemilik senjata nuklir di kawasan, untuk memicu kekacauan di wilayah Timur Tengah. Rezim ini sejak penandatanganan perjanjian nuklir (Joint Comprehensive Plan of Action-JCPOA) antara Iran dan negara-negara 5 + 1 (5 anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman) pada 2015, terus menerus mencoba membujuk Amerika Serikat (AS) agar meninggalkan JCPOA, dan mengembalikan sanksi paling parah sepanjang sejarah dan ilegal terhadap rakyat Iran.

Tindakan teror dan pembunuhan pengecut terhadap Prof. Fakhrizadeh, kata pernyataan Kedubes Iran, merupakan pelanggaran nyata terhadap aturan internasional dan prinsip moral dan kemanusiaan, yang dilakukan terhadap Iran, sebagai negara yang selama ini berada di garis terdepan dalam perang melawan terorisme demi membangun perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia.

Baca juga : Biden: Kami Akan Menang Dengan Dukungan Mayoritas

Rakyat Iran berharap, komunitas internasional dan negara-negara pembela hak asasi manusia mengutuk terorisme negara, dan membangun konsensus agar melawan ketegangan di kawasan. Iran menyerukan kepada dunia internasional, khususnya Uni Eropa, untuk meninggalkan standar ganda dan mengutuk tindakan terorisme yang berbasis negara ini.

Tindakan teroris terhadap ilmuwan terkemuka Iran memperlihatkan keputusaan musuh-musuh rakyat Iran yang berasal dari kelemahan, ketidakmampuan dan kekalahan mereka di kawasan dan di arena politik lainnya. Musuh-musuh bangsa Iran yang buta hati, terutama mereka yang merancang, melakukandan mendukung tindakan kriminal ini, harus mengetahui, bahwa tindakan jahat seperti itu tidak akan mempengaruhi tekad dan keinginan bangsa Iran untuk melanjutkan jalan mereka yang mulia, menuju kemajuan dan kejayaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.